Ilustrasi makanan sehat (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang menganggap bahwa menjalani pola makan sehat berarti harus mengeluarkan biaya lebih besar. Gambaran tentang buah impor, superfood yang mahal, atau produk organik dengan label premium sering kali membuat pola makan sehat terkesan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya anggaran lebih. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.
Pola makan sehat justru bisa diatur agar lebih hemat, asalkan ada strategi perencanaan yang tepat. Dengan memahami cara memilih bahan makanan, mengolah, serta menyimpannya, kebutuhan gizi bisa tetap terpenuhi tanpa membuat dompet kering.
Sebuah studi dari National Library of Medicine (PMC, 2021) menemukan bahwa pola makan sehat dan berkelanjutan tidak selalu mahal. Bahkan di beberapa kasus, biaya yang dikeluarkan untuk makanan sehat lebih rendah dibandingkan pola makan konvensional. Salah satu alasannya adalah karena pola makan sehat dapat mengurangi limbah makanan dan biaya kesehatan di masa depan.
Hal ini sejalan dengan pandangan Kementerian Kesehatan RI. Dalam salah satu artikelnya, Kemenkes menekankan bahwa mengatur pola makan sehat di tengah rutinitas padat tetap bisa dilakukan, asalkan ada perencanaan yang matang dan disiplin dalam pelaksanaannya. Dengan kata lain, sehat itu tidak harus mahal, tapi membutuhkan strategi cerdas.
1. Perencanaan Jadi Kunci Utama
Langkah pertama yang sering diremehkan adalah perencanaan. Banyak orang belanja bahan makanan tanpa daftar, akhirnya membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Hasilnya, uang keluar lebih banyak dan makanan justru terbuang.
Membuat rencana menu mingguan bisa menjadi solusi. Dengan cara ini, belanja lebih terarah, bahan makanan bisa dipakai secara maksimal, dan risiko pemborosan berkurang. Bahkan, variasi nutrisi juga bisa lebih terjamin.
Misalnya, dengan merencanakan sarapan sederhana berupa oatmeal dengan topping buah lokal, makan siang berisi nasi merah dengan lauk tempe, dan makan malam sup sayuran, kebutuhan serat, protein, dan energi bisa tercukupi tanpa harus membeli menu mahal.
2. Pilih Bahan Pangan Lokal dan Musiman
Bahan makanan lokal sering kali jauh lebih ramah di kantong dibanding produk impor. Sayur mayur yang dipanen di musimnya biasanya memiliki harga lebih murah sekaligus kualitas terbaik.
Contoh sederhana, pepaya, bayam, atau kangkung lokal tidak kalah bergizi dibandingkan buah beri impor yang mahal. Bahkan, kadar vitamin dan mineralnya bisa lebih tinggi karena lebih segar dan minim proses distribusi panjang.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari pola makan sehat. Selain hemat, hal ini juga mendukung petani lokal dan ketahanan pangan nasional.
3. Masak Sendiri Lebih Hemat
Makan di luar memang praktis, tapi sering kali membuat pengeluaran membengkak. Satu kali makan di restoran bisa setara dengan biaya makan dua hari jika dimasak sendiri di rumah. Dengan memasak sendiri, takaran bahan bisa diatur sesuai kebutuhan. Kita juga bisa lebih leluasa memilih cara memasak yang sehat, misalnya mengurangi minyak, garam, atau gula.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
