
Ilustrasi self-diagnosis.
JawaPos.com – Pada era internet seperti sekarang, bahaya self diagnosis menjadi topik yang semakin relevan.
Banyak orang merasa cukup mencari gejala lewat Google, membaca artikel kesehatan, atau melihat video edukasi, lalu langsung menyimpulkan kondisi yang mereka alami.
Praktik ini memang terasa praktis, tapi di balik itu tersimpan risiko besar yang sering kali tidak disadari.
Self diagnosis sendiri adalah proses mendiagnosis kondisi medis atau kesehatan mental pada diri sendiri tanpa konsultasi profesional.
Biasanya, orang mengandalkan informasi dari kamus medis, buku, internet, pengalaman pribadi, atau gejala yang terlihat pada orang lain.
Masalahnya, akurasi dari diagnosis semacam ini sangat bervariasi dari satu orang dan lainnya.
Baca Juga: Peneliti MIT Temukan Kelemahan AI Medis dalam Mengenali Kata Negasi, Bisa Picu Salah Diagnosis?
Bukan hanya bisa salah menilai gejala, tapi juga bisa berujung pada pengobatan yang tidak tepat hingga menunda perawatan medis yang seharusnya segera dilakukan.
Risiko ini semakin nyata dalam konteks kesehatan mental.
Data menunjukkan, 26% hingga 45% orang yang menganggap dirinya mengalami depresi berdasarkan diagnosis mandiri ternyata tidak memenuhi kriteria klinis.
Bahkan, dokter pun hanya bisa mengidentifikasi depresi dengan benar pada 47,3% kasus.
Lebih jauh lagi, 22% penderita gangguan bipolar sering salah didiagnosis sebagai depresi dan butuh delay waktu rata-rata 10 tahun hingga diagnosis yang benar ditegakkan.
Fakta ini menggambarkan betapa berbahayanya mengandalkan self diagnosis untuk kondisi kompleks yang seharusnya ditangani profesional.
Nah, supaya lebih paham, simak penjelasan tentang self diagnosis berikut ini yang dilansir dari Advent Health Primary Care dan University of Colorado Denver.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
