Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 16.16 WIB

Selalu Cari Pengakuan? Begini Cara Menghentikan Kecanduan Validasi Sosial dan Temukan Self-Worth Anda

Ilustrasi kecanduan validasi di social media. (Pexels) - Image

Ilustrasi kecanduan validasi di social media. (Pexels)

JawaPos.com – Kenapa banyak orang merasa tidak tenang tanpa likes, komentar, atau pujian di media sosial? 

Fenomena ini dikenal sebagai kecanduan validasi sosial, di mana seseorang terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga. 

Menurut psikologi modern, kecanduan validasi sosial dapat menurunkan rasa percaya diri, memperburuk kesehatan mental, dan membuat kita sulit membangun self-worth yang sejati.

Data dari berbagai riset menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda yang terlalu sering mengecek media sosial cenderung mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi. 

Terutama ketika interaksi digital mereka tidak mendapat respons yang diharapkan. 

Hal ini menciptakan lingkaran setan: semakin seseorang haus validasi, semakin rentan mereka merasa kosong saat pengakuan itu tidak datang.

Ingin tahu bagaimana cara melepaskan diri dari kehausan validasi? Berikut adalah strateginya yang dilansir dari Authentic Living Therapy dan Psychcentral.

Seperti Apa Bentuk Kecanduan Validasi Ini?

Sebelum masuk pada strategi, sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kecanduan ini? Apakah seperti tipe “pick me” yang kita ketahui?

Nah, Setiap manusia pada dasarnya membutuhkan pengakuan. Dari kecil kita terbiasa mencari pujian dari orang tua, guru, atau teman sebaya sebagai cara untuk merasa diterima. 

Inilah yang disebut validasi eksternal atau proses mencari pengakuan, pujian, atau persetujuan dari orang lain untuk menegaskan nilai diri kita. 

Dalam batas tertentu, hal ini wajar dan bahkan sehat karena membantu kita belajar beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Namun, masalah muncul ketika kebutuhan akan validasi eksternal berubah menjadi ketergantungan berlebihan. 

Saat itu, harga diri kita seolah hanya sah jika mendapat “like,” komentar positif, atau pujian. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa terjebak dalam kecanduan validasi sosial.

Hampir semua tindakan dan keputusan didorong oleh rasa takut ditolak atau tidak dianggap cukup baik.

Fenomena ini sering kali berjalan beriringan dengan codependency (walau fokus kita pada validasi). 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore