Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 15.46 WIB

Ketakutan Ditinggalkan Bisa Hancurkan Hubungan, Ini Penyebab, Ciri, dan Cara Menghadapinya Menurut Pakar

ILustrasi pria yang mengalami ketakutan

JawaPos.com – Ketakutan akan ditinggalkan sering kali muncul dalam hubungan personal, baik dengan pasangan, keluarga, maupun teman dekat. Fenomena ini dikenal dengan istilah fear of abandonment atau rasa takut ditinggalkan. Bagi sebagian orang, ketakutan ini terasa sangat nyata, memicu kecemasan berlebihan, hingga mengganggu kualitas hubungan.

Konten edukasi yang dibagikan oleh akun TikTok @sabrinamaidaaah menjelaskan bahwa rasa takut ditinggalkan biasanya berakar dari pengalaman masa kecil. Anak yang tumbuh tanpa rasa aman emosional atau pernah mengalami kehilangan figur penting lebih rentan membawa luka ini hingga dewasa. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran berlebihan akan kehilangan orang-orang terdekat.

Hal serupa disampaikan oleh kreator @milazahra7 yang menekankan bahwa rasa takut ditinggalkan sering kali dikaitkan dengan attachment style atau gaya keterikatan. Individu dengan anxious attachment cenderung mudah merasa cemas saat pasangan terlihat menjauh. Mereka takut diabaikan, sehingga berusaha terus-menerus mencari kepastian melalui pesan, perhatian, atau kehadiran fisik pasangan.

Menurut penjelasan akun @katapsikologi, rasa takut ditinggalkan juga dapat berkembang menjadi pola hubungan yang tidak sehat. Orang yang mengalaminya bisa menjadi terlalu bergantung, sulit menetapkan batasan pribadi, bahkan rela mengorbankan kebutuhannya sendiri demi menjaga hubungan tetap utuh. Akibatnya, harga diri menurun dan kesehatan mental pun ikut terdampak.

Kreator @chikology menambahkan bahwa fenomena ini tidak hanya dialami perempuan, meski mereka sering kali lebih disorot. Laki-laki pun dapat mengalami ketakutan serupa, misalnya dengan menunjukkan sikap cemburu berlebihan, takut ditolak, atau terus-menerus merasa tidak cukup baik bagi pasangannya.

Dampak psikologis dari rasa takut ditinggalkan bisa sangat luas. Pertama, kecemasan berlebihan membuat seseorang sulit merasa tenang dalam hubungan. Mereka mudah menafsirkan tanda-tanda kecil sebagai ancaman kehilangan, padahal belum tentu demikian. Kedua, kondisi ini dapat menghambat komunikasi sehat. Karena takut ditolak, seseorang memilih menahan perasaan atau justru meledak-ledak ketika merasa diabaikan.

Selain itu, rasa takut ditinggalkan juga dapat memengaruhi cara seseorang membangun relasi di masa depan. Orang dengan trauma kehilangan cenderung sulit mempercayai pasangan baru. Mereka lebih sering merasa was-was, takut dikhianati, hingga akhirnya sulit membuka diri. Pola ini, jika tidak disadari, bisa menjadi lingkaran yang merugikan diri sendiri maupun pasangan.

Namun, para pakar menekankan bahwa kondisi ini bisa diatasi. Langkah pertama adalah menyadari akar permasalahan. Menurut akun @katapsikologi, menyadari bahwa rasa takut berasal dari pengalaman masa lalu membantu seseorang lebih objektif melihat situasi. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi pola pikir bisa diperbaiki.

Selanjutnya, membangun self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri menjadi hal penting. Memberi ruang bagi diri untuk merasa cukup tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orang lain dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dukungan dari lingkungan sekitar juga berperan besar. Kehadiran keluarga atau teman yang suportif mampu memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan berlebihan.

Selain itu, terapi atau konseling psikologis direkomendasikan bagi mereka yang merasa kesulitan mengelola perasaan ini. Dengan bantuan profesional, individu bisa mempelajari keterampilan baru dalam mengelola emosi, membangun komunikasi sehat, serta menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan.

Fenomena rasa takut ditinggalkan menjadi pengingat bahwa pengalaman masa lalu memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan emosional seseorang. Meski tidak mudah, kondisi ini bukan sesuatu yang mustahil diatasi. Dengan kesadaran, latihan pengelolaan diri, serta dukungan yang tepat, individu yang mengalami fear of abandonment tetap bisa membangun hubungan yang sehat, penuh kepercayaan, dan seimbang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore