Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 00.47 WIB

Norwegia Putuskan Hubungan Investasi dengan Israel, Sovereign Wealth Fund Senilai USD 2 Triliun Batal!

Norwegia batalkan hubungan investasi dengan Israel. (Ints Kalnins/Reuters) - Image

Norwegia batalkan hubungan investasi dengan Israel. (Ints Kalnins/Reuters)

JawaPos.com-Norwegia melalui Sovereign Wealth Fund yang bernilai hampir USD 2 triliun mengumumkan penghentian seluruh kontrak dengan manajer aset yang menangani investasi di Israel. Keputusan ini juga disertai langkah divestasi sebagian kepemilikan saham di sejumlah perusahaan asal Israel.

Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan media yang mengungkap bahwa dana investasi terbesar di dunia itu memiliki saham di Bet Shemesh Engines Ltd (BSEL), perusahaan yang memasok suku cadang mesin jet tempur Israel. Jet tempur tersebut diketahui digunakan dalam agresi militer ke Gaza yang memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan sampai hari ini yang menewaskan ribuan orang di Gaza.

Dalam pernyataannya pada Senin (8/9), Norges Bank Investment Management (NBIM), pengelola dana milik bank sentral Norwegia, menyebut telah menjual seluruh saham di 11 perusahaan Israel dari total 61 perusahaan yang sebelumnya dimiliki per 30 Juni 2025.

“Kami telah sepenuhnya keluar dari posisi tersebut. Situasi di Gaza adalah krisis kemanusiaan serius, dan langkah ini merupakan respons atas keadaan luar biasa,” ujar CEO NBIM Nicolai Tangen mengutip Al-Jazeera.

NBIM menegaskan akan terus meninjau ulang keterlibatan perusahaan Israel dalam portofolio investasinya, khususnya yang terkait dengan konflik dan pelanggaran hak asasi manusia.

Keputusan ini tidak lepas dari sorotan publik di Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Støre sebelumnya menyebut investasi di BSEL sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

Bahkan, sejak tahun lalu, dana pensiun terbesar di Norwegia juga telah memutus hubungan bisnis dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Israel.

Meski demikian, usul agar Norwegia sepenuhnya menarik investasi dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki masih ditolak parlemen pada Juni.

Fenomena ini juga sejalan dengan tren di Eropa. Sejumlah institusi keuangan besar mengurangi eksposur mereka terhadap perusahaan Israel di tengah meningkatnya tekanan politik, publik, dan kampanye aktivis internasional.

Bulan lalu, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, menyerukan penghentian semua hubungan dagang dan finansial dengan Israel. 

Dalam laporannya berjudul From Economy of Occupation to Economy of Genocide, dia menuding korporasi global dari produsen senjata, perusahaan teknologi, hingga institusi keuangan, turut berperan dalam menopang praktik kolonialisme pemukim dan represi terhadap warga Palestina.

Dana kekayaan Norwegia adalah yang terbesar di dunia dengan portofolio saham di lebih dari 8.700 perusahaan global. Kebijakan investasinya dikenal ketat terkait isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

Langkah divestasi dari Israel menandai titik penting dalam praktik etika investasi internasional di tengah konflik Gaza yang kian memanas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore