
Norwegia batalkan hubungan investasi dengan Israel. (Ints Kalnins/Reuters)
JawaPos.com-Norwegia melalui Sovereign Wealth Fund yang bernilai hampir USD 2 triliun mengumumkan penghentian seluruh kontrak dengan manajer aset yang menangani investasi di Israel. Keputusan ini juga disertai langkah divestasi sebagian kepemilikan saham di sejumlah perusahaan asal Israel.
Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan media yang mengungkap bahwa dana investasi terbesar di dunia itu memiliki saham di Bet Shemesh Engines Ltd (BSEL), perusahaan yang memasok suku cadang mesin jet tempur Israel. Jet tempur tersebut diketahui digunakan dalam agresi militer ke Gaza yang memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan sampai hari ini yang menewaskan ribuan orang di Gaza.
Dalam pernyataannya pada Senin (8/9), Norges Bank Investment Management (NBIM), pengelola dana milik bank sentral Norwegia, menyebut telah menjual seluruh saham di 11 perusahaan Israel dari total 61 perusahaan yang sebelumnya dimiliki per 30 Juni 2025.
“Kami telah sepenuhnya keluar dari posisi tersebut. Situasi di Gaza adalah krisis kemanusiaan serius, dan langkah ini merupakan respons atas keadaan luar biasa,” ujar CEO NBIM Nicolai Tangen mengutip Al-Jazeera.
NBIM menegaskan akan terus meninjau ulang keterlibatan perusahaan Israel dalam portofolio investasinya, khususnya yang terkait dengan konflik dan pelanggaran hak asasi manusia.
Keputusan ini tidak lepas dari sorotan publik di Norwegia. Perdana Menteri Jonas Gahr Støre sebelumnya menyebut investasi di BSEL sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.
Bahkan, sejak tahun lalu, dana pensiun terbesar di Norwegia juga telah memutus hubungan bisnis dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Israel.
Meski demikian, usul agar Norwegia sepenuhnya menarik investasi dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki masih ditolak parlemen pada Juni.
Fenomena ini juga sejalan dengan tren di Eropa. Sejumlah institusi keuangan besar mengurangi eksposur mereka terhadap perusahaan Israel di tengah meningkatnya tekanan politik, publik, dan kampanye aktivis internasional.
Bulan lalu, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, menyerukan penghentian semua hubungan dagang dan finansial dengan Israel.
Dalam laporannya berjudul From Economy of Occupation to Economy of Genocide, dia menuding korporasi global dari produsen senjata, perusahaan teknologi, hingga institusi keuangan, turut berperan dalam menopang praktik kolonialisme pemukim dan represi terhadap warga Palestina.
Dana kekayaan Norwegia adalah yang terbesar di dunia dengan portofolio saham di lebih dari 8.700 perusahaan global. Kebijakan investasinya dikenal ketat terkait isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Langkah divestasi dari Israel menandai titik penting dalam praktik etika investasi internasional di tengah konflik Gaza yang kian memanas.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
