Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 05.48 WIB

Lembur Terus-Terusan? Kenali Dampak Negatif Dari Lembur bagi Kesehatan Mental dan Fisik Menurut Studi Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sedang lembur. - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang lembur.

JawaPos.com – Pada jangka waktu yang lama, lembur dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental bahkan fisik seseorang. 

Kata “lembur” di kondisi ekonomi sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah untuk didengar oleh para pekerja profesional terlebih lagi korporat. 

Namun, di balik anggapan itu, lembur yang terus-menerus justru menyimpan risiko besar. Tubuh kita sebenarnya punya batas, dan ketika batas itu dipaksa untuk terus dilewati, efek sampingnya bisa terasa di banyak aspek. 

Dari sisi fisik, kurang tidur akibat jam kerja yang panjang bisa memicu kelelahan kronis, menurunkan daya tahan tubuh, hingga meningkatkan risiko penyakit serius seperti hipertensi atau gangguan jantung.

Menariknya, lembur juga dapat berefek buruk pada kesehatan mental juga. Fakta statistik penting berasal dari sebuah studi Inggris tahun 2011. 

Studi ini menemukan bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu meningkatkan risiko gejala depresi sebesar 17% dan gejala kecemasan sebesar 22% untuk setiap tambahan 10 jam kerja.

Tentunya hal ini sangat berbahaya pada kesehatan seseorang. Ingin tahu lebih lanjut? Simak penjelasan berikut.

1. Dampak Lembur pada Kesehatan Mental

Lembur dalam jangka panjang bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga memberikan beban besar pada kesehatan mental pekerja. 

Menurut meta-analisis Wong, Chan, dan Ngan (2019), jam kerja yang terlalu panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko stres, depresi, kecemasan, serta gangguan kualitas tidur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang menghabiskan lebih dari 48–55 jam per minggu cenderung mengalami gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi dibanding mereka yang bekerja dengan jam normal. 

Bahkan, dalam studi di Jepang, individu yang bekerja antara 80 hingga hampir 100 jam per minggu memiliki risiko depresi yang meningkat hampir tiga hingga tujuh kali lipat dibanding mereka yang bekerja kurang dari 60 jam per minggu.

Tidak berhenti di situ, lembur juga seringkali memicu stres psikologis. Bekerja lebih dari 10 jam per hari atau melakukan lembur lebih dari 40 jam dalam sebulan terbukti menambah beban emosional. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore