
Wanita yang mengalami kerusakan rambut (Dok. Freepik)
Rambut memang berpori, namun dilindungi lapisan lipid agar tidak mudah menyerap air. Jika minyak alami rambut hilang, lapisan ini juga ikut rusak, membuat rambut menjadi sangat rapuh.
Menggaruk atau menyisir rambut basah dapat meregangkan batang rambut. Peregangan hingga 30% biasanya aman, namun jika mencapai 70% bisa menimbulkan kerusakan permanen, dan pada 80% bahkan dapat menyebabkan patah. Selain itu, paparan bahan kimia, panas, serta lingkungan dapat mengikis lapisan kutikula. Saat kutikula terbuka, rambut kehilangan perlindungan alaminya sehingga mudah patah dan bercabang.
Perawatan terbaik adalah dengan mencegah kerusakan sejak awal, misalnya rajin memangkas ujung rambut dan membatasi penggunaan alat pemanas. Rambut bercabang tidak bisa diperbaiki, jadi harus dipotong sampai batang rambut kembali utuh.
Untuk kerusakan ringan, beberapa metode perawatan bisa membantu memperbaiki tampilan rambut, di antaranya:
Mengandung zat pelumas dan anti-statis yang membantu kutikula tetap halus serta mencegah rambut menyerap terlalu banyak air.
Produk ini biasanya dibiarkan 20–30 menit di rambut. Fungsinya untuk menghaluskan kutikula, mengunci kelembapan, dan membuat rambut lebih lembut.
Berfungsi melapisi batang rambut agar kutikula kembali rapi, mirip dengan fungsi kondisioner.
Paparan panas dan sinar matahari dapat melemahkan ikatan protein rambut. Gunakan produk pelindung panas sebelum menata rambut dan kenakan topi atau produk pelindung UV saat beraktivitas di luar ruangan.
Minyak kelapa terbukti dapat menembus batang rambut dan mengurangi kehilangan protein, baik pada rambut sehat maupun rusak. Minyak zaitun juga bermanfaat menjaga kelembapan serta melindungi folikel dari panas.
Asupan gizi berperan besar dalam kesehatan rambut. Kekurangan vitamin, mineral, asam lemak esensial, atau protein bisa membuat rambut rapuh dan mudah rontok. Konsumsi makanan bergizi seimbang sangat penting untuk pertumbuhan rambut sehat.
Jika kerusakan rambut disertai gejala lain seperti kelelahan, intoleransi panas atau dingin, penurunan berat badan, sakit kepala, atau kerontokan berlebihan, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
Selain itu, wanita yang mengalami gejala PCOS, seperti haid tidak teratur, jerawat, pertambahan berat badan, atau pertumbuhan rambut berlebih juga perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.
Baca Juga: Yuk Simak! Cara Memilih Pensil Alis yang Cocok Berdasarkan Warna Kulit agar Tidak Salah Gaya

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
