
Ilustrasi demensia pada kucing (Freepik)
JawaPos.com – Banyak kucing lanjut usia mengalami penurunan fungsi otak yang mempengaruhi perilaku sehari-hari. Mengetahui tanda awal sangat penting agar hewan kesayangan tetap nyaman dan sehat lebih lama.
Sindrom disfungsi kognitif kucing atau demensia kucing adalah kondisi penurunan kemampuan otak akibat penuaan. Gejalanya terlihat melalui perubahan perilaku yang tidak bisa dijelaskan oleh penyakit lain.
Topik ini penting karena demensia kucing bisa muncul sejak usia 7 tahun dan meningkat drastis setelah usia 15 tahun. Semakin cepat terdeteksi, semakin baik penyesuaian lingkungan dan perawatan dapat dilakukan.
Berikut 7 tanda kucing bisa terkena demensia yang perlu dipahami agar perawatan tepat di usia lanjut dilansir dari laman Science Alert, Sabtu (6/9):
1. Vokalisasi Tidak Biasa
Kucing yang terkena demensia sering mengeong lebih keras terutama di malam hari. Suara berlebihan dapat muncul tanpa alasan jelas atau pada situasi baru.
Kondisi ini terkait perubahan fungsi otak dan rasa bingung. Pemilik sering mengira hanya sekadar manja, padahal bisa menjadi gejala awal.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
