Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 23.03 WIB

10 Makanan yang Terlihat Sehat tapi Nyatanya Tidak Seperti yang Dipikirkan, Kamu Pernah Makan?

Ilustrasi sereal kemasan yang kerap dianggap sebagai makanan sehat tapi nyatanya tidak juga. - Image

Ilustrasi sereal kemasan yang kerap dianggap sebagai makanan sehat tapi nyatanya tidak juga.

JawaPos.com - Banyak makanan berlabel sehat, seperti klaim rendah lemak dan bebas gluten, dipasarkan sebagai alternatif hidangan bergizi. Nyatanya, makanan-makanan itu hanya tampak sehat tapi belum tentu bernutrisi.

Orang tengah menerapkan pola hidup seimbang cenderung memasak makanannya sendiri di rumah. Namun tak jarang yang membeli hidangan sehat siap saji  karena dinilai praktis.

Padahal tidak semua makanan yang dilabeli sehat benar-benar bernutrisi dan baik untuk kesehatan. Jika komposisi dan tabel informasi nilai gizi pada kemasannya dicermati, kebenarannya bisa saja terungkap.

Lantas, makanan apa saja yang kelihatannya sehat tapi ternyata belum tentu juga?

Baca Juga: Intip 8 Makanan yang Dapat Meredakan Nyeri Haid, Apa Saja?

Makanan yang Tampaknya Sehat tapi Ternyata Tidak

Yogurt rasa hingga snack sayuran kering termasuk makanan yang terdengar sehat padahal belum tentu bergizi. Dilansir Heart and Stroke Foundation of Canada dan Healthline, berikut penjelasannya:

1. Yogurt Rasa

Yogurt dianggap sebagai opsi sehat yang banyak dipilih. Namun pilihlah yogurt plain tanpa pemanis.

Yogurt rasa umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah besar meski dijual dalam porsi kecil. Yogurt kemasan 240 ml dapat mengandung hingga 30 gram gula.

Begitu juga dengan es krim yogurt yang belum tentu lebih sehat dari es krim biasa. Kandungan lemaknya biasanya memang lebih rendah, tapi belum tentu juga dengan gula tambahannya.

Baik yogurt kemasan maupun es krim yogurt bisa pula diberi topping yang notabene manis sehingga kandungan kalori dan gulanya meningkat.

Sebagai gantinya dapat memilih yogurt plain dan menambahkan sendiri buah segar yang disukai. Kamu juga bisa mulai membuat sendiri yogurt di rumah.

Baca Juga: Resep Ilabulo Khas Gorontalo, Makanan Berbahan Dasar Sagu yang Menjadi Incaran Wisatawan saat Berkunjung

2. Sushi

Sushi dengan berbagai pilihan topping memang lezat. Namun asupan karbohidrat, natrium, dan kalori dapat meningkat karena porsi nasi putih, kecap asin, dan aneka topping yang dikonsumsi berlebih.

Sebaiknya pilih sashimi dengan potongan ikan mentah yang segar. Jika kurang menyukainya, konsumsi sushi dengan lebih sedikit nasi putih dan pilih menu sayuran sebagai hidangan pendamping. Juga gunakan kecap asin secukupnya.

3. Susu Nabati

Susu nabati semakin populer sebagai alternatif susu sapi. Susu ini umumnya terbuat dari kacang kedelai, almond, oat, dan buah kelapa.

Meskipun susu nabati sangat baik terutama bagi orang yang tidak toleran terhadap susu hewani, minuman ini belum tentu sesehat yang kamu kira.

Kebanyakan susu nabati mengandung gula tambahan untuk memberi rasa. Kandungan gulanya dapat mencapai tujuh gram per sajian 240 ml. Ada baiknya memilih susu nabati tanpa pemanis tambahan.

4. Sereal Kemasan

Banyak orang mengira sereal merupakan opsi sehat untuk sarapan karena klaimnya yang terbuat dari gandum, biji-bijian, hingga kacang-kacangan. Namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Faktanya, sereal sarapan hanya mengandung sedikit protein dan serat. Bahkan mengandung gula tambahan yang sangat tinggi.

Pilihlah makanan sehat dari bahan-bahan berkualitas terlebih untuk memulai hari.

5. Protein Shake

Minuman dan makanan berprotein tinggi dianggap sehat. Namun protein shake atau protein bar tidak sesehat yang kamu kira.

Produk tersebut biasanya mengandung pemanis dan pewarna buatan, minyak, dan pengental sintetis. Kalau butuh protein tambahan, kamu dapat mengonsumsi ikan, telur, dan kacang-kacangan.

6. Minuman Berenergi

Minuman berenergi banyak dipasarkan untuk meningkatkan stamina selama bekerja atau berolahraga. Nyatanya, minuman ini tidak begitu diperlukan.

Produk minuman ini umumnya mengandung gula tambahan, pewarna buatan, maupun stimulan yang besar seperti kafein yang sangat tinggi.

Sebaiknya pilih minuman penambah energi seperti air kelapa yang mengandung elektrolit alami, mineral, dan potasium.

7. Produk Low Fat atau Fat Free

Hanya karena suatu produk berlabelkan low fat atau fat free bukan berarti merupakan pilihan yang lebih sehat. Produsen makanan justru kerap mengganti kandungan lemak dengan gula sintetis untuk menambah rasa.

Produk bebas lemak juga bisa kurang mengenyangkan dibanding versi normal. Padahal lemak termasuk zat gizi makro yang penting untuk meningkatkan rasa kenyang.

8. Jus Kemasan

Jus buah dan sayuran dapat menjadi pilihan praktis untuk meningkatkan asupan gizi harian. Namun jus kemasan umumnya mengandung gula dan kalori dalam jumlah banyak.

Kamu bisa membuat sendiri jus buah dan sayur di rumah. Bisa pula memilih gerai terpercaya yang menawarkan jus berkualitas tanpa pemanis tambahan.

9. Granola Bar

Granola bar kerap dipilih karena diklaim mengandung biji-bijian utuh. Faktanya, produk granola seperti ini hanyalah snack manis dengan gula dan kalori tinggi.

Daripada membeli granola bar kemasan, cobalah membuat sendiri di rumah. Gunakan oat dan kacang-kacangan lalu tambahkan buah kering sebagai pemanis alami.

10. Sayuran Kering

Snack sayuran kering dianggap sebagai opsi sehat karena diklaim terbuat dari sayuran asli. Nyatanya tidak semua produk demikian.

Sebagian produsen membuat snack dari tepung dan menambahkan pewarna serta perasa buatan agar bentuk dan rasanya menyerupai sayuran asli.

Sebagai gantinya, pilihlah sepiring sayuran atau buah-buahan segar sebagai makanan ringan untuk mengganjal lapar.

Batasi asupan tinggi gula tambahan sebisa mungkin. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis bisa meningkatkan risiko obesitas hingga penyakit jantung pada orang dewasa maupun anak-anak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore