Ilustrasi seseorang yang hendak menggunakan deodorant spray (Dok.Freepik)
JawaPos.com - Bau badan sering kali membuat seseorang kurang percaya diri, terutama saat beraktivitas di luar rumah sepanjang hari. Banyak orang memilih menggunakan deodoran atau tawas sebagai solusi praktis untuk mengatasinya.
Keduanya memang dikenal mampu membantu mengurangi bau badan, secara umum sebenarnya deodoran dan tawas memiliki cara kerja yang berbeda, mulai dari kandungan bahannya hingga kegunaan yang diperoleh.
Karakteristik Deodoran serta Kelebihan dan Kekurangannya
Deodoran umumnya dibuat dari campuran berbagai bahan kimia, seperti triclosan atau etanol hingga garam aluminium yang sering digunakan sebagai antibakteri dan antiperspirant.
Selain itu, deodoran biasanya dilengkapi dengan pewangi agar aroma tubuh terasa segar, serta pelembab seperti gliserin atau ekstrak lidah buaya untuk menjaga kelembutan kulit.
Hadir dalam beragam bentuk dan kemasan membuat deodoran lebih praktis digunakan karena tidak hanya mencegah bau, tetapi juga memberikan aroma wangi dan rasa nyaman saat beraktivitas.
Namun bagi sebagian orang, kandungan bahan kimia dapat menyebabkan iritasi serta alergi. Kandungan garam aluminium pada beberapa jenis antiperspirant juga masih diperdebatkan karena berisiko juga digunakan dalam jangka panjang.
Dikutip dari Alodokter, tawas merupakan bongkahan batu kristal yang tersusun dari mineral potasium alum atau potasium aluminium sulfat. Mineral ini bersifat antiseptik yang bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya kuman atau bakteri.
Tawas memiliki banyak manfaat untuk kulit. Berdasarkan studi dalam Journal of Clinic and Health Sciences menyebutkan, manfaat tawas adalah mengurangi pertumbuhan bakteri penyebab bau badan pada bagian tubuh yang digunakan.
Kandungan pada tawas yang alami diyakini lebih aman jika digunakan oleh orang yang memiliki kulit sensitif. Dikutip dari Halodoc, bahan alami pada tawas dapat membantu membersihkan sel kulit mati sehingga ketiak tampak lebih cerah.
Zaman dahulu tawas digunakan dengan cara ditumbuk halus sampai menjadi bubuk, lalu dicampur air hingga berbentuk seperti pasta dan tawas pun siap digunakan. Tawas kadang dicampur dengan air mawar untuk mengurangi baunya yang kurang sedap.
Pengolahan tawas di zaman sekarang sudah lebih modern dan praktis, produk antiperspirant berbahan dasar tawas sudah banyak diperjualbelikan di pasar dalam berbagai bentuk seperti kemasan spray atau lotion.
Setelah memahami perbedaannya, Anda bisa lebih bijak dalam memilih produk mana yang paling sesuai dengan kebutuhan harian.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
