Ilustrasi overthinking (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa pikiran berputar tanpa henti, memikirkan hal yang sama berulang kali? Itulah yang disebut overthinking, sebuah kebiasaan mental yang sering kali membuat kita lelah secara emosional maupun fisik.
Banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental, mulai dari stres, cemas, hingga insomnia.
Dilansir dari Cleveland Clinic, ruminasi atau overthinking bukan gejala gangguan mental, namun sering kali dikaitkan dengan gangguan kecemasan, stres, dan depresi.
Sementara itu, LifeMD menyebutkan bahwa overthinking dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aspek psikologis, emosional, dan biologis.
Mungkin banyak di antara kita yang sulit keluar dari siklus overthinking. Sebenarnya, apa saja alasan psikologis di balik kebiasaan ini?
"Papa tidak akan memberimu hadiah kalau nilai ujianmu jelek," adalah salah satu kalimat yang mungkin sering kita dengar di masa kecil.
Kalimat sederhana ini tanpa sadar menanamkan rasa takut akan kegagalan. Anak-anak yang tumbuh dengan pola didikan seperti ini cenderung mengaitkan kegagalan dengan hilangnya kasih sayang atau penghargaan.
Saat dewasa, mereka bisa menjadi sangat keras pada diri sendiri, takut mencoba hal baru, dan terus-menerus dihantui kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Rasa takut gagal inilah yang kemudian memicu overthinking, di mana otak tidak pernah berhenti menghitung risiko dan mencari cara agar tidak salah langkah.
2. Menjunjung Kesempurnaan
Mirip dengan rasa takut akan kegagalan, orang dengan sifat perfeksionis cenderung memikirkan kesalahan yang sebenarnya tidak signifikan.
Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi, bahkan kadang tidak realistis, lalu membandingkan hasil kerja mereka dengan ekspektasi sempurna di kepala.
Meskipun perfeksionisme dapat membawa keuntungan, orang dengan kecenderungan ini sering kali diliputi rasa takut terhadap penilaian dan kritik dari orang lain.
Rasa takut ini dapat menimbulkan tekanan berlebih yang jika terus berlanjut, bisa berkembang menjadi stres berkepanjangan hingga berujung pada burnout.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
