Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Agustus 2025 | 20.54 WIB

Kenapa Doomscrolling Bisa Bikin Otak Overthinking? Ini Dampaknya Bagi Psikologis Kamu!

Ilustrasi remaja sedang scroll media sosial. (Pixabay)

JawaPos.com – Kebiasaan tanpa henti menggulir (scroll) feed berita di Instagram atau TikTok sudah menjadi bagian rutin banyak orang sejak pandemi.

Sekilas tampak seperti cara cepat ‘update’ informasi, tapi kebiasaan ini ternyata punya efek psikologis nyata yang bisa memicu overthinking, kecemasan, dan melelahkan kapasitas mental sehari-hari.

Berikut penjelasan yang mudah dipahami!

Apa itu doomscrolling dan mengapa mudah terjadi?

Doomscrolling adalah perilaku menghabiskan waktu yang lama untuk membaca berita atau konten yang punya ‘daya tarik’ di media sosial dan portal berita.

Sensasi ‘harus tahu’ terutama saat isu besar terjadi membuat kita terus menggulir untuk mencari update.

Sayangnya, algoritma platform juga memperkuat pola ini. Konten emosional dan negatif sering mendapat lebih banyak interaksi. Hal itu bikin algoritma sengaja memunculkan konten berulang di feed, agar pengguna susah berhenti.

Bagaimana doomscrolling bisa memicu overthinking?

Dilansir dari situs Psychology Today, paparan terus-menerus terhadap informasi negatif membuat otak terpancing untuk mendeteksi ancaman.

Ketika kita disuguhi rangkaian kabar buruk tanpa jeda, otak menafsirkan ini sebagai kondisi ‘berbahaya’ yang harus diamati terus-menerus sehingga muncul pola pikir berulang (overthinking) tentang kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Ironisnya, siklus pengecekan untuk meredakan kecemasan justru semakin memperparahnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore