Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 22.24 WIB

6 Kebiasaan Ajaib untuk Berhenti Overthinking dan Hidup Lebih Ringan

Ilustrasi: Orang mengalami overthingking. (Freepik/creativeart) - Image

Ilustrasi: Orang mengalami overthingking. (Freepik/creativeart)

JawaPos.com - Pernah merasa pikiran kamu seperti mesin yang tidak bisa dimatikan? Setiap detail kecil dalam hidup terus diputar ulang di kepala, membuat tidur tak nyenyak dan hati terasa cemas.

Jika ya, kamu tidak sendirian, overthinking adalah “penyakit” modern yang diam-diam menggerogoti energi dan kebahagiaan kita. Kabar baiknya, ada cara sederhana namun efektif untuk menghentikan kebiasaan itu. 

Mulai dari mengajukan satu pertanyaan sederhana pada diri sendiri hingga melatih mindfulness, enam perilaku ini bisa membantu kamu mengendalikan pikiran yang berlebihan, mendapatkan perspektif baru, dan menjalani hari dengan lebih tenang seperti dirangkum dari laman Your Tango!

1. Ajukan Pertanyaan Kunci pada Diri Sendiri 

Sebelum tenggelam dalam kekhawatiran, tanyakan: “Apakah ini realistis?” Misalnya, kamu merasa salah bicara di rapat. Apakah itu benar-benar berarti kamu akan kehilangan pekerjaan? Kemungkinan besar tidak. 

Pertanyaan ini menantang asumsi yang lahir dari emosi, membantu kamu membedakan mana yang fakta dan mana yang sekadar perasaan. Metode ini membuat kita lebih fokus pada hal yang berada dalam kendali kita dan mengurangi beban pikiran.

2. Ganti “Skrip Lama” Dalam Pikiran 

Jika jawaban dari pertanyaan sebelumnya adalah tidak, berarti saatnya menghapus narasi negatif yang sudah melekat sejak lama. Ganti dengan kalimat positif seperti, “Tidak apa-apa membuat kesalahan. Saya cukup. Saya sedang belajar”. Dengan latihan, otak akan terbiasa menerima pola pikir baru dan kamu bisa move on lebih cepat.

3. Berdoa untuk Jeda Pikiran 

Doa bukan hanya untuk pemeluk agama tertentu. kamu bisa merangkai kata sendiri atau memakai doa universal seperti Doa Ketenangan. Doa sendiri memberi “ruang istirahat” mental dari kekhawatiran, membantu melihat masalah dari sudut pandang yang lebih menenangkan, bahkan memberi makna pada situasi sulit.

4. Sediakan Waktu Khusus untuk Refleksi 

Alih-alih membiarkan pikiran melompat-lompat, jadwalkan momen untuk mengingat hal-hal positif yang pernah terjadi. Catat di jurnal atau sekadar mengulangnya di kepala. Ini waktu yang tepat untuk mencari masukan dan memikirkan cara meningkatkan diri tanpa terjebak dalam kritik diri yang berlebihan.

5. Tetapkan “Waktu Khawatir”

Kedengarannya aneh, tapi efektif. Luangkan 15 menit di akhir hari khusus untuk memikirkan kekhawatiran kamu. Dengan begitu, saat rasa cemas muncul di siang hari, kamu bisa menundanya, “Nanti saja, ada jamnya.”

Teknik ini, yang diambil dari terapi perilaku kognitif, terbukti mengurangi kecemasan, meningkatkan fokus, dan memperbaiki kualitas tidur.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore