Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 19.44 WIB

8 Perilaku Halus yang Mendorong Anak Dewasa Menjauh dari Orang Tua Mereka

Ilustrasi orang tua dan tangan anak dewasa yang saling menggenggam.(Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua dan tangan anak dewasa yang saling menggenggam.(Freepik)

JawaPos.com - Menjaga hubungan erat dengan anak yang telah beranjak dewasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Kadang-kadang, niat baik justru dapat membuat hubungan merenggang tanpa disengaja. Ada beberapa perilaku halus yang secara tidak sadar dapat menciptakan jarak antara orang tua dan anak.

Melansir dari Geediting.com, mengenali perilaku ini sangat penting untuk membangun ikatan yang sehat. Memahami bagaimana tindakan kita memengaruhi anak-anak dewasa dapat membantu menjaga hubungan tetap harmonis. Mari kita cermati delapan perilaku halus tersebut.

1. Melanggar Batasan yang Ditetapkan

Orang tua sering kali melanggar batasan dengan terus bertanya hal pribadi atau memberi nasihat yang tidak diminta. Ini membuat anak merasa ruang privasi mereka diserbu. Perilaku ini dapat memicu alarm internal bagi anak, membuat mereka menjauh secara perlahan.

2. Bersikap Menghakimi

Menghakimi pilihan hidup anak dapat membuat mereka merasa tidak dihargai atau tidak pernah cukup baik di mata orang tua. Perilaku ini bisa menciptakan keretakan, membuat anak tidak mau berbagi cerita lagi. Mereka cenderung menyembunyikan masalahnya dari orang tua.

3. Terlalu Protektif Berlebihan

Orang tua yang terlalu protektif mengirimkan pesan bahwa mereka tidak memercayai kemampuan anaknya. Ini bisa membuat anak merasa tidak mampu menangani hidupnya sendiri. Anak dewasa tidak akan suka terus-menerus diawasi dan dikendalikan.

4. Tidak Mengakui Kedewasaan Mereka

Mengakui kedewasaan anak berarti menghargai pendapat dan perasaan mereka sebagai pribadi yang setara. Orang tua yang tidak mengakui hal ini cenderung meremehkan pilihan dan keputusan anaknya. Anak-anak merasa mereka bukan lagi individu dewasa, melainkan masih anak kecil di mata orang tua.

5. Mengabaikan Masukan Anak

Saat orang tua mengabaikan masukan anak mereka dalam sebuah percakapan, hal itu bisa merusak hubungan. Perilaku ini membuat anak merasa pendapatnya tidak dianggap penting. Mereka akan berhenti berbagi pemikiran jika merasa tidak didengarkan.

6. Menghindari Percakapan Sulit

Menghindari topik sensitif dengan alasan menjaga perdamaian justru bisa menciptakan jarak. Hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi terbuka dan kejujuran. Menghindari pembicaraan penting dapat membuat anak merasa tidak memiliki ruang aman untuk berbagi.

7. Tidak Memberi Ruang untuk Berkembang

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore