Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 21.36 WIB

Terjebak dalam Hubungan yang Melelahkan? Ini 8 Tanda Komunikasi Beracun dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi orang yang sedang berbincang. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang berbincang. (Freepik)

JawaPos.Com - Dalam hubungan apa pun, baik itu cinta, keluarga, maupun persahabatan, komunikasi adalah fondasi utama yang menjaga keterikatan emosional tetap sehat dan saling menghargai. 

Namun sayangnya, tidak semua bentuk komunikasi membawa kehangatan dan kedekatan. 

Ada kalanya, komunikasi yang tampak biasa saja justru menyimpan pola beracun yang perlahan merusak harga diri, melelahkan batin, dan menghancurkan kepercayaan diri. 

Yang lebih menyedihkan, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang terjebak dalam pola ini, karena seringkali dibungkus dalam bentuk komentar sarkastik, sindiran halus, atau kontrol emosional yang licik. 

Bila dibiarkan, hubungan seperti ini tak hanya membuat stres berkepanjangan, tapi juga bisa menghantam kesehatan mental secara serius. 

Dilansir dari Geediting, inilah delapan tanda komunikasi beracun yang sering luput dari perhatian, beserta cara bijak untuk menghadapinya.

1. Selalu Mengkritik Tanpa Memberi Solusi

Kritik bisa jadi hal yang membangun, tapi ketika seseorang terus-menerus mengkritik tanpa henti, tanpa empati, dan tanpa memberi ruang untuk perbaikan, maka itu bukan lagi bentuk perhatian, melainkan senjata verbal. 

Pasangan atau teman yang terlalu sering menyalahkan, mengomentari penampilan, keputusan, atau cara Anda hidup bisa membuat Anda merasa tidak pernah cukup. 

Ini membuat Anda mempertanyakan nilai diri sendiri. Untuk menghadapi ini, tegaskan batasan. 

Jelaskan bahwa kritik hanya akan diterima jika disampaikan dengan niat baik dan disertai solusi, bukan sebagai bentuk dominasi atau penghinaan.

2. Komentar Pasif-Agresif yang Menyakitkan

Ucapan seperti “Oh, kamu akhirnya bisa tepat waktu, luar biasa!” atau “Ya udah deh, aku nggak penting kan buat kamu” terdengar sepele, tapi menyimpan duri. 

Pasif-agresif adalah bentuk komunikasi yang membungkus kemarahan atau frustrasi dalam kalimat sindiran. 

Bukannya menyelesaikan masalah, sikap ini justru memperbesar jarak emosional. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore