
Ilustrasi- Manipulator dan korbannya (stefamerpik-freepik)
JawaPos.com - Tahukah kamu? Jutaan orang di sekitar kita sebenarnya adalah user manipulator ulung dengan gangguan kepribadian serius seperti antisocial personality disorder, termasuk narsistik dan psikopat. Mereka bukan karakter fiksi, mereka nyata, dan bisa jadi sangat sulit dikenali pada awalnya.
Dilansir dari Your Tango, bahwa statistik menunjukkan prevalensi gangguan ini sekitar 2–4% pada pria dan 0,5–1% pada wanita. Mereka tidak melihat hubungan sosial sebagai interaksi yang setara, melainkan sebagai ladang untuk memangsa.
Bagi mereka, kamu punya sesuatu yang bisa mereka manfaatkan, dan mereka akan memanipulasi kelemahanmu untuk mendapatkannya.
Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari orang seperti ini? Kuncinya ada pada kesadaran diri.
Berikut tiga cara menjadi pribadi yang tidak mudah ditarget oleh para sosiopat:
1. Kenali Titik Lemahmu Sebelum Orang Lain Menyadarinya
Apakah kamu merasa kesepian? Terbebani urusan keluarga? Atau sedang tertekan secara finansial? Semua ini adalah titik lemah (vulnerabilities) yang bisa jadi celah bagi seorang manipulator untuk masuk dan mengambil keuntungan dari kamu.
Langkah pertama adalah refleksi diri. Luangkan waktu dengan pena dan kertas, lalu tanyakan pada dirimu, "Apa yang aku inginkan? Seberapa besar keinginanku itu?"
Catat semua yang muncul. Ini akan membantumu mengenali keinginan yang bisa dijadikan senjata oleh orang yang berniat buruk.
Semakin kamu merasa putus asa terhadap suatu hal seperti merasa tak berarti tanpa pasangan semakin besar pula risiko kamu jadi sasaran empuk bagi orang manipulatif.
2. Jika Titik Lemahmu Bersumber dari Luka Lama Maka Sembuhkanlah
Kita semua pasti pernah mengalami kekecewaan, kehilangan, atau bahkan pengkhianatan. Luka emosional seperti ini menciptakan energi rentan yang bisa tercium oleh sosiopat dengan sangat cepat.
Cara terbaik melindungi diri adalah dengan menyembuhkan luka tersebut. Biarkan dirimu merasa sedih, marah, atau kecewa karena dengan merasakannya, kamu bisa melepaskannya.
Proses ini memang tidak mudah dan bisa menyakitkan. Lakukanlah sendiri di ruang aman atau bersama terapis yang kamu percaya. Tapi percayalah, hasilnya sepadan.
Ketika luka lama sembuh, kamu akan jadi pribadi yang lebih kuat dan sulit dimanfaatkan.
3. Saat Kamu Mulai Didekati Dengarkanlah Intuisimu
Waspadalah jika seseorang datang dan terasa seperti jawaban atas semua doamu. Bisa jadi mereka sedang menyasar titik lemahmu.
Gunakan instingmu. Jika ada perasaan tidak nyaman yang muncul, bahkan tanpa alasan logis, percayalah pada perasaan itu. Jangan menunggu bukti manipulasi atau pengkhianatan untuk bertindak. Justru intuisi adalah alarm paling awal sebelum semuanya jadi jelas.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
