
Ilustrasi. (Pexels.com)
JawaPos.com - Siapa sangka, ternyata banyak orang lanjut usia menyuarakan penyesalan mereka. Entah melalui obrolan santai saat makan malam maupun percakapan ringan di pasar.
Di balik senyum dan kebijaksanaan, ada pelajaran hidup yang datang dari penyesalan mendalam. Inilah sembilan di antaranya, lengkap dengan cara sederhana agar kamu bisa memperbaiki arah selagi masih ada waktu, seperti dilansir dari VegOut.
1. Kehilangan kontak dengan orang-orang terkasih
Kehidupan yang baik dibangun dari hubungan yang baik. Di akhir perjalanan, orang jarang menyesali mobil, jabatan, atau jumlah pengikut.
Yang sering diratapi adalah persahabatan yang dibiarkan memudar, keluarga yang renggang, dan pesan yang tak pernah dikirim.
Coba ini: Pilih satu orang yang jarang kamu hubungi belakangan ini. Kirim pesan suara hari ini. Tak perlu panjang, rasa ingin tahu bisa memperbaiki lebih banyak hal daripada rasa bersalah.
2. Terlalu sibuk bekerja hingga hidup berlalu begitu saja
Banyak orang menyesal telah mengorbankan waktu berharga demi kerja tanpa henti. Jam demi jam ditukar dengan promosi, tapi tak pernah bisa membeli kembali momen sederhana: sarapan malas di hari Minggu, sorak-sorai di acara sekolah, atau pelukan spontan.
Coba ini: Lihat kalender minggu depan. Sisihkan setidaknya satu malam untuk melakukan hal yang tidak menghasilkan uang—hanya tawa, keringat, atau kenangan.
3. Mengabaikan kesehatan sampai terlambat
Banyak lansia berharap mereka lebih peduli pada tubuh sejak dini. Mereka mengira nanti bisa memperbaiki semuanya, tapi kenyataannya, memulihkan lebih susah daripada mencegah. Sendi yang kaku dan napas pendek adalah hasil dari pengabaian bertahun-tahun.
Coba ini: Jadwalkan jalan cepat 20 menit sebelum kamu membuka media sosial besok. Gerakan kecil yang rutin lebih berarti daripada rencana besar yang ditinggalkan di minggu pertama.
4. Mengubur mimpi demi pilihan yang ‘masuk akal’
Banyak orang tua yang menyesal karena hidup sesuai ekspektasi orang lain, bukan keinginan sendiri. Impian untuk melukis, membuka kedai kopi, atau belajar bahasa asing terkubur di balik kata “nanti.”
Coba ini: Tulis satu mimpi terpendam di secarik kertas dan tempelkan di laptop. Hanya butuh sepuluh kata untuk mengubah fantasi menjadi langkah awal.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
