Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 03.56 WIB

8 Penyesalan Ini Membuat Anda Sulit Tidur di Malam Hari Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sulit tidur di malam hari / foto: Magnific/Flowo - Image

Ilustrasi seseorang yang sulit tidur di malam hari / foto: Magnific/Flowo

JawaPos.com - Ada satu hal yang jarang dibicarakan tentang bertambahnya usia: bukan hanya tubuh yang berubah, tetapi juga cara kita memandang masa lalu. Seiring waktu berjalan, kita mulai lebih sering merenung—dan terkadang, justru di malam hari, saat semuanya sunyi, pikiran itu datang tanpa diundang.

Menurut psikologi, penyesalan adalah bagian alami dari kehidupan. Namun, ada jenis penyesalan tertentu yang cenderung muncul lebih kuat seiring bertambahnya usia—dan bahkan bisa mengganggu tidur kita.

Jika Anda mulai sering terjaga di malam hari karena memikirkan hal-hal ini, mungkin ini tanda bahwa Anda sedang memasuki fase refleksi hidup yang lebih dalam.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (2/5), terdapat 8 penyesalan yang sering muncul dan membuat seseorang sulit tidur di malam hari.

1. Tidak Menjadi Diri Sendiri

Banyak orang menyadari terlalu terlambat bahwa mereka hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain—bukan untuk diri sendiri.

Mungkin Anda memilih karier karena tekanan keluarga, atau menjalani hubungan demi menjaga citra. Saat malam tiba, muncul pertanyaan yang sulit dihindari: “Bagaimana jika saya mengikuti kata hati saya dulu?”

Psikologi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara “diri asli” dan “diri yang dijalani” bisa memicu stres emosional jangka panjang.

2. Terlalu Banyak Menunda

Penyesalan ini klasik, tapi sangat kuat: “Seharusnya saya mulai lebih awal.”

Entah itu soal bisnis, pendidikan, kesehatan, atau mimpi pribadi—menunda sering terasa ringan saat dilakukan, tetapi berat saat diingat.

Otak manusia cenderung lebih menyesali hal yang tidak dilakukan dibanding kesalahan yang sudah terjadi.

3. Mengabaikan Hubungan Penting

Seiring bertambahnya usia, kita mulai menyadari bahwa waktu dengan orang-orang tertentu tidak akan kembali.

Malam hari sering menjadi momen ketika kenangan muncul—tentang teman yang hilang kontak, keluarga yang jarang dikunjungi, atau hubungan yang rusak karena ego.

Penelitian psikologi sosial menunjukkan bahwa kualitas hubungan adalah salah satu penentu utama kebahagiaan jangka panjang.

4. Terlalu Banyak Bekerja, Terlalu Sedikit Hidup

Bekerja keras memang penting, tetapi banyak orang menyadari bahwa mereka mengorbankan terlalu banyak hal demi pekerjaan.

Momen kecil seperti liburan, waktu bersama keluarga, atau sekadar menikmati hidup sering terlewatkan.

Ketika kesibukan berhenti, kesadaran itu datang—dan sering kali terasa menyesakkan.

5. Tidak Mengungkapkan Perasaan

Berapa banyak kata yang tidak pernah Anda ucapkan?

“Terima kasih.”
“Maaf.”
“Aku sayang kamu.”

Psikologi menunjukkan bahwa emosi yang ditekan tidak benar-benar hilang—mereka tetap tersimpan dan bisa muncul kembali, terutama saat kita sendirian.

Penyesalan ini sering terasa paling menyakitkan karena berkaitan dengan kesempatan yang sudah hilang.

6. Takut Mengambil Risiko

Banyak orang hidup dalam zona aman terlalu lama.

Tidak mencoba hal baru, tidak mengambil peluang, atau tidak berani gagal sering terlihat sebagai pilihan “aman”—sampai akhirnya berubah menjadi penyesalan.

Di malam hari, pikiran seperti ini sering muncul:
“Apa yang akan terjadi kalau saya berani mencoba dulu?”

7. Tidak Menjaga Kesehatan Lebih Awal

Kesehatan sering dianggap remeh saat masih muda.

Kurang tidur, pola makan buruk, stres berlebihan—semuanya terasa “biasa saja” sampai tubuh mulai memberi sinyal.

Penyesalan ini unik karena bersifat fisik sekaligus emosional. Bukan hanya rasa sakit yang dirasakan, tapi juga kesadaran bahwa sebagian bisa dicegah.

8. Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Ironisnya, banyak orang menghabiskan hidup dengan mengkritik diri sendiri terlalu keras.

Tidak pernah merasa cukup, selalu membandingkan diri, dan sulit menghargai pencapaian.

Saat usia bertambah, muncul kesadaran:
“Saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa.”

Psikologi modern menekankan pentingnya self-compassion—kemampuan untuk memperlakukan diri sendiri dengan kebaikan, bukan kritik tanpa henti.

Kenapa Penyesalan Ini Muncul di Malam Hari?

Malam hari adalah saat pikiran kita tidak lagi terdistraksi.

Tanpa kesibukan dan kebisingan, otak masuk ke mode refleksi. Ini sebabnya banyak orang mengalami “overthinking” sebelum tidur.

Dari sudut pandang psikologi, ini bukan sepenuhnya hal buruk. Refleksi adalah bagian penting dari pertumbuhan. Namun, jika tidak dikelola, bisa berubah menjadi kecemasan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Penyesalan tidak bisa dihapus, tetapi bisa diolah.

Beberapa pendekatan yang terbukti membantu secara psikologis:

Menerima bahwa masa lalu tidak bisa diubah
Mengambil pelajaran, bukan hanya menyalahkan diri
Fokus pada apa yang masih bisa diperbaiki sekarang
Berlatih memaafkan diri sendiri
Penutup

Menjadi lebih tua bukan hanya tentang angka—ini tentang kesadaran.

Jika penyesalan-penyesalan ini mulai muncul di malam hari, itu bukan tanda kelemahan. Itu tanda bahwa Anda sedang berefleksi, sedang bertumbuh, dan mulai melihat hidup dengan lebih jujur.

Dan kabar baiknya: selama Anda masih hidup, selalu ada kesempatan untuk membuat pilihan yang lebih baik—mulai sekarang.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore