Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 06.54 WIB

9 Penyesalan yang Dialami Orang Lanjut Usia dan Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Mereka

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Siapa sangka, ternyata banyak orang lanjut usia menyuarakan penyesalan mereka. Entah melalui obrolan santai saat makan malam maupun percakapan ringan di pasar.

Di balik senyum dan kebijaksanaan, ada pelajaran hidup yang datang dari penyesalan mendalam. Inilah sembilan di antaranya, lengkap dengan cara sederhana agar kamu bisa memperbaiki arah selagi masih ada waktu, seperti dilansir dari VegOut.

1. Kehilangan kontak dengan orang-orang terkasih

Kehidupan yang baik dibangun dari hubungan yang baik. Di akhir perjalanan, orang jarang menyesali mobil, jabatan, atau jumlah pengikut. 

Yang sering diratapi adalah persahabatan yang dibiarkan memudar, keluarga yang renggang, dan pesan yang tak pernah dikirim.

Coba ini: Pilih satu orang yang jarang kamu hubungi belakangan ini. Kirim pesan suara hari ini. Tak perlu panjang, rasa ingin tahu bisa memperbaiki lebih banyak hal daripada rasa bersalah.

2. Terlalu sibuk bekerja hingga hidup berlalu begitu saja

Banyak orang menyesal telah mengorbankan waktu berharga demi kerja tanpa henti. Jam demi jam ditukar dengan promosi, tapi tak pernah bisa membeli kembali momen sederhana: sarapan malas di hari Minggu, sorak-sorai di acara sekolah, atau pelukan spontan.

Coba ini: Lihat kalender minggu depan. Sisihkan setidaknya satu malam untuk melakukan hal yang tidak menghasilkan uang—hanya tawa, keringat, atau kenangan.

3. Mengabaikan kesehatan sampai terlambat

Banyak lansia berharap mereka lebih peduli pada tubuh sejak dini. Mereka mengira nanti bisa memperbaiki semuanya, tapi kenyataannya, memulihkan lebih susah daripada mencegah. Sendi yang kaku dan napas pendek adalah hasil dari pengabaian bertahun-tahun.

Coba ini: Jadwalkan jalan cepat 20 menit sebelum kamu membuka media sosial besok. Gerakan kecil yang rutin lebih berarti daripada rencana besar yang ditinggalkan di minggu pertama.

4. Mengubur mimpi demi pilihan yang ‘masuk akal’

Banyak orang tua yang menyesal karena hidup sesuai ekspektasi orang lain, bukan keinginan sendiri. Impian untuk melukis, membuka kedai kopi, atau belajar bahasa asing terkubur di balik kata “nanti.”

Coba ini: Tulis satu mimpi terpendam di secarik kertas dan tempelkan di laptop. Hanya butuh sepuluh kata untuk mengubah fantasi menjadi langkah awal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore