Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 22.58 WIB

6 Tanda Halus Orang Terlihat Tenang Tapi Pikiran Mereka Kewalahan Mental

ilustrasi zodiak paling tenang. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi zodiak paling tenang. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Seringkali kita bertemu seseorang yang menampilkan aura ketenangan luar biasa, seolah-olah tidak ada beban pikiran yang mengganggu batin mereka sama sekali.

Namun, di balik penampilan kalem dan tenang itu, bisa saja tersimpan sebuah kondisi di mana otak dan pikiran mereka sebenarnya sedang berjuang keras menghadapi banyak rangsangan.

Fenomena ini dikenal sebagai overstimulasi mental, sebuah keadaan ketika sistem saraf dan indra seseorang menerima terlalu banyak informasi atau rangsangan dari lingkungan sekitar.

Menurut para ahli psikologi, ada beberapa tanda halus yang sering ditampilkan oleh individu yang mengalami ini tanpa mereka sadari sepenuhnya.

Melansir dari Geediting.com Senin (16/6), mari kita kenali enam ciri-ciri tersebut lebih jauh agar lebih peka terhadap kondisi diri dan orang lain.

1. Keheningan Berlebihan atau Menarik Diri

Satu di antara tanda awalnya adalah perubahan perilaku menjadi sangat pendiam atau mendadak menarik diri dari interaksi sosial yang biasa mereka nikmati. Mereka mungkin akan tampak kurang bersemangat untuk berbicara dari biasanya atau bahkan memilih untuk menyendiri tanpa menjelaskan alasan yang jelas kepada siapa pun.

2. Gerakan Gelisah Halus (Fidgeting)

Meskipun dari luar mereka terlihat sangat tenang dan terkendali, tubuh mereka bisa saja menunjukkan gerakan gelisah yang sangat halus dan terkadang tidak disadari sendiri. Contohnya termasuk mengetuk-ngetuk jari secara berulang, menggoyangkan kaki secara perlahan di bawah meja, atau memilin-milin benda kecil tanpa henti selama berinteraksi.

3. Kesulitan Melakukan Kontak Mata

Menghindari tatapan mata langsung atau sering mengalihkan pandangan ke berbagai arah lain adalah indikasi kuat dari beban mental yang sedang dialami individu tersebut. Mereka mungkin merasa sangat kewalahan dan terbebani jika harus mempertahankan kontak mata yang intens dan berkelanjutan selama percakapan berlangsung cukup lama.

4. Peka Terhadap Rangsangan Sekitar

Orang yang mengalami overstimulasi mental bisa menjadi sangat sensitif terhadap suara keras, cahaya terang menyilaukan, atau bahkan sentuhan ringan yang sebelumnya biasa di lingkungan mereka. Lingkungan yang sebelumnya terasa normal kini bisa berubah menjadi terlalu ramai, terlalu bising, atau justru sangat mengganggu kenyamanan pikiran mereka secara drastis.

5. Cepat Marah atau Tersinggung

Perubahan suasana hati yang mendadak dan drastis, seperti mudah marah atau tersinggung pada hal-hal kecil, bisa menjadi pertanda kuat adanya tekanan mental tersembunyi. Kesabaran mereka sangat menipis karena energi mental sudah banyak terkuras habis untuk memproses segala rangsangan berlebihan yang membanjiri pikiran tanpa henti.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore