
Ilustrasi seseorang yang sangat sensitif dan mudah tersinggung oleh perkataan. (Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa sangat lelah hanya karena berada di dekat orang yang emosinya sedang naik-turun? Atau, pernah nggak bisa tidur gara-gara kepikiran komentar orang yang sebenarnya nggak begitu penting?
Kalau iya, bisa jadi kamu termasuk orang yang highly sensitive atau bahkan seorang empath, seseorang yang sangat peka terhadap perasaan dan energi orang lain. Ini bukan kelemahan. Justru, kepekaan seperti ini bisa jadi kekuatan luar biasa.
Tapi, di sisi lain, kamu juga jadi lebih mudah terluka oleh hal-hal kecil yang sebenarnya bukan tentang kamu.
Kamu mungkin sering mengambil segala sesuatu secara pribadi, menyerap emosi orang lain, dan menyalahkan diri sendiri tanpa alasan jelas. Kalau dibiarkan, ini bisa bikin kamu kehabisan energi, merasa lelah tanpa sebab, bahkan kehilangan arah.
Kabar baiknya: kamu bisa belajar untuk tetap peka tanpa kehilangan diri sendiri. Kamu bisa belajar untuk nggak langsung tersinggung, nggak menyerap energi negatif, dan nggak membawa beban yang bukan milikmu.
Seperti dilansir dari Empath Refuge, kita akan bahas enam cara sederhana tapi efektif agar kamu bisa tetap menjadi dirimu yang lembut dan penuh empati, tanpa merasa kewalahan.
Hal pertama yang perlu kamu sadari: tidak semua energi yang kamu rasakan itu milikmu sendiri. Banyak dari emosi dan pikiran yang kamu alami sebenarnya berasal dari orang lain. Seperti spons, kamu menyerap apa yang ada di sekitar.
Saat kamu mencoba "menyelamatkan" orang lain atau terlalu terbuka terhadap masalah mereka, kamu justru menciptakan terowongan energi antara dirimu dan mereka. Akibatnya, kamu bisa ikut kewalahan.
Ingat: kamu juga perlu diselamatkan. Maka, penting untuk belajar melepaskan keterikatan emosional yang bukan milikmu, dan mengirim kembali energi itu ke tempat asalnya—atau memintanya dimurnikan.
Sebagai empath, waktu menyendiri itu wajib. Bukan egois, tapi perlu. Di tengah kesibukan dan tuntutan orang lain, kamu butuh ruang untuk mengisi ulang energi.
Luangkan waktu untuk menenangkan pikiran, menjauh dari keramaian, dan kembali ke pusat dirimu. Bahkan sesekali “menghilang” sejenak bisa membantumu memulihkan keseimbangan dan mengenali apa yang kamu butuhkan.
Menulis adalah cara yang sangat efektif untuk melepaskan emosi dan energi yang mengendap. Saat kamu menuliskan apa yang kamu rasakan, kamu sedang mengeluarkan beban dari dalam diri.
Bukan hanya itu, jurnal juga bisa jadi tempatmu refleksi dan tumbuh. Di saat-saat sulit, catatan lama bisa mengingatkanmu pada kekuatanmu sendiri, dan bahwa kamu sudah pernah melewati badai sebelumnya.
Meditasi membantu kamu tetap tenang, fokus, dan sadar akan apa yang kamu izinkan masuk ke dalam dirimu. Dengan rutin bermeditasi, kamu menciptakan perisai energi dan memperkuat koneksi dengan dirimu sendiri.
Ada banyak jenis meditasi: dari meditasi pernapasan, visualisasi, hingga meditasi terpandu. Coba yang paling cocok untukmu dan rasakan manfaatnya secara perlahan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
