Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 21.58 WIB

Orang-orang yang Disuruh “Berhenti Bersikap Terlalu Sensitif” Sejak Kecil Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang disuruh berhenti bersikap terlalu sensitif. (Freepik/jcomp) - Image

seseorang yang disuruh berhenti bersikap terlalu sensitif. (Freepik/jcomp)

JawaPos.com - Sejak kecil, banyak orang tumbuh dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya memahami atau menerima emosi mereka. Kalimat seperti “jangan baper,” “kamu terlalu sensitif,” atau “itu hal kecil, jangan dibesar-besarkan” mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya bisa bertahan sangat lama.

Dalam psikologi, pengalaman masa kecil—terutama yang berulang—membentuk cara seseorang memahami emosi, merespons hubungan, dan melihat dirinya sendiri. Ketika seorang anak terus-menerus diberi pesan bahwa perasaannya “terlalu berlebihan,” mereka tidak belajar mengelola emosi, melainkan belajar menekan dan meragukan emosi itu sendiri.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (25/3), beberapa dekade kemudian, pola ini sering muncul kembali dalam bentuk perilaku tertentu. Berikut adalah tujuh perilaku yang umum terlihat.

1. Kesulitan Mengenali dan Memahami Emosi Sendiri

Orang yang sejak kecil dianggap “terlalu sensitif” sering kali tumbuh dengan kebingungan emosional. Mereka merasa sesuatu, tetapi tidak tahu persis apa itu.

Hal ini terjadi karena:

Emosi mereka dulu tidak divalidasi
Mereka tidak diajarkan memberi nama pada perasaan
Mereka belajar bahwa emosi bukan sesuatu yang boleh dipercaya

Akibatnya, saat dewasa mereka mungkin berkata:

“Aku nggak tahu kenapa aku merasa begini”
“Perasaanku campur aduk, tapi aku nggak bisa jelasin”

Ini dikenal dalam psikologi sebagai kesulitan dalam emotional awareness.

2. Cenderung Meremehkan Perasaan Sendiri

Karena terbiasa diberi tahu bahwa perasaan mereka “terlalu berlebihan,” mereka akhirnya menginternalisasi pesan itu.

Saat dewasa, mereka mungkin:

Menganggap masalah mereka tidak penting
Membandingkan diri dengan orang lain (“Orang lain lebih parah”)
Menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaan

Mereka bukan tidak punya emosi—justru sering kali sangat dalam—tetapi mereka merasa tidak berhak untuk merasakannya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore