
Ilustrasi seorang love bomber. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, perhatian dan kasih sayang yang melimpah mungkin terlihat sebagai tanda cinta yang tulus. Namun, ketika seseorang tiba-tiba menjauh setelah memberi banyak perhatian, kamu mungkin bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Fenomena ini sering kali berkaitan dengan love bombing, sebuah taktik manipulatif yang dilakukan seseorang untuk mengendalikan hubungan. Love bomber akan menunjukkan kasih sayang berlebihan di awal, tetapi menggunakannya sebagai alat untuk memanipulasi pasangannya.
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (24/3), berikut adalah 8 hal yang biasanya dilakukan love bomber saat hubungan mulai berakhir.
1. Dari Sangat Romantis Menjadi Dingin
Love bomber terkenal dengan cara mereka yang berlebihan dalam menunjukkan cinta. Mereka bisa saja memenuhi harimu dengan pujian, hadiah, dan perhatian penuh, seolah-olah kamu adalah pusat dunia mereka. Namun, dalam sekejap, semua itu menghilang begitu saja.
Kamu akan merasakan perubahan drastis yang membingungkan dan menyakitkan. Hal ini sering kali membuatmu mempertanyakan apakah perasaan mereka selama ini benar-benar nyata atau hanya sebuah kepura-puraan.
Namun, perlu diingat bahwa ini bukan kesalahanmu. Ini adalah cara mereka mengontrol dinamika hubungan dengan memainkan emosi pasangannya.
2. Menyalahkan Pasangan
Saat hubungan mulai retak, love bomber cenderung melemparkan semua kesalahan kepada pasangannya. Mereka akan mengatakan hal-hal seperti, "Ini semua salahmu," atau "Kamu tidak pernah mengerti aku."
Sikap ini membuat pasangannya merasa bersalah dan mempertanyakan diri sendiri. Padahal, ini hanyalah taktik manipulatif agar mereka tetap memiliki kendali dalam hubungan.
Dalam hubungan yang sehat, saling pengertian dan komunikasi adalah hal utama. Jika pasanganmu selalu menyalahkanmu tanpa alasan yang jelas, bisa jadi itu adalah tanda manipulasi.
3. Menghilang Lalu Muncul Lagi
Love bomber sering kali melakukan "ghosting," yaitu menghilang tanpa alasan, lalu tiba-tiba muncul kembali. Ini adalah bentuk manipulasi psikologis yang disebut "intermittent reinforcement," di mana mereka secara acak memberikan dan menarik perhatian untuk membuat pasangannya semakin bergantung.
Ketika mereka kembali, kamu mungkin merasa lega dan senang, tetapi ini hanyalah siklus yang akan terus berulang. Hubungan seharusnya dibangun atas dasar konsistensi dan rasa saling menghargai, bukan permainan tarik-ulur.
4. Membuatmu Merasa Bersalah Atas Kesalahan Mereka

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
