Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 02.29 WIB

Dari Pekerjaan Serabutan hingga Karier Stabil: Kisah di Balik Pekerja Industri Kosmetik

Nurmala Mega, salah satu pekerja di industri kosmetik. (MS Glow) - Image

Nurmala Mega, salah satu pekerja di industri kosmetik. (MS Glow)

JawaPos.com - Setiap individu memiliki perjalanan karier yang unik. Bagi beberapa karyawan di industri kosmetik, perjalanan itu penuh tantangan sebelum akhirnya menemukan tempat yang memberikan stabilitas dan peluang berkembang.

Sejumlah karyawan di PT Kosmetika Global Indonesia, perusahaan yang menaungi MS GLOW, berbagi pengalaman mereka tentang perubahan hidup setelah bekerja di sektor ini.

Adjie Dacosta dulunya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia pernah menjadi tukang becak, kuli bangunan, tukang cuci motor, hingga tour guide dengan pendapatan yang tidak menentu. Namun, setelah bergabung sebagai content creator, kehidupannya mulai berubah.

“Sekarang saya bisa menyekolahkan adik-adik saya dan membiayai pengobatan nenek,” ujar Adjie, Rabu (12/2).

Hal serupa dirasakan oleh Suwandi, yang sebelumnya bekerja sebagai driver di sebuah perusahaan travel. Ketidakpastian penghasilan dan risiko kerja tinggi membuatnya sulit merencanakan masa depan keluarga. Setelah bergabung dengan perusahaan ini, ia merasakan perbedaan dalam sistem kerja dan kesejahteraan yang diterima.

“Saat itu saya tidak yakin bisa menyekolahkan anak sampai SMA. Sekarang, saya bisa melakukannya,” katanya.

Bagi para pekerja perempuan, dunia kerja sering kali menghadirkan tantangan tambahan, terutama bagi mereka yang juga menjalankan peran sebagai ibu. Beberapa di antara mereka berbagi pengalaman bagaimana mendapatkan lingkungan kerja yang lebih suportif dan memberikan kesempatan berkembang.

Nurmala Mega mengaku sejak lama ingin bergabung di industri ini. Dengan dukungan keluarganya, ia akhirnya bisa turut serta.

“Sekarang saya tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga bisa umroh dan mendukung pertumbuhan anak-anak saya,” ujarnya.

Sementara itu, Sayu Susi menceritakan bagaimana ia menghadapi stigma di lingkungan sekitarnya.

“Dulu saya bukan siapa-siapa. Sekarang saya bisa punya rumah, membiayai masa pensiun orang tua, dan memberikan anak-anak harapan untuk masa depan,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore