
Ada beberapa ciri kepribadian yang sering ditemukan pada pria yang menolak pergi ke dokter, menurut psikologi. (Pexel)
JawaPos.com - Beberapa dari kita pasti pernah mengalaminya: mencoba meyakinkan pasangan, ayah, saudara, atau teman untuk pergi ke dokter saat mereka terlihat jelas tidak sehat. Namun, alih-alih mendapat respons yang masuk akal, yang kita hadapi justru penolakan keras, alasan tak masuk akal, atau malah perubahan topik pembicaraan.
Bagi banyak pria, pergi ke dokter bukanlah hal yang mudah. Bukan karena takut disuntik atau khawatir dengan bau antiseptik di klinik, tetapi lebih karena pola pikir yang sudah tertanam sejak lama.
Dilansir dari laman Geediting.com pada Rabu (12/2) berikut adalah delapan ciri kepribadian yang sering ditemukan pada pria yang menolak pergi ke dokter, menurut psikologi.
1. Mereka Percaya bahwa Ketangguhan Berarti Mengabaikan Rasa Sakit
Dari kecil, banyak pria diajarkan untuk "kuat" dan "tahan banting." Sayangnya, konsep ini sering disalahartikan sebagai kemampuan menahan sakit tanpa mengeluh. Mereka menganggap mengakui rasa sakit sebagai tanda kelemahan.
Jadi, meskipun mereka mengalami demam tinggi, sakit kepala yang tak kunjung reda, atau nyeri di dada, mereka lebih memilih bertahan dan berpura-pura baik-baik saja, seolah itu adalah ujian ketahanan yang harus mereka menangkan.
2. Mereka Dibentuk dengan Keyakinan bahwa Meminta Bantuan Itu Lemah
Di masyarakat, pria sering diharapkan menjadi sosok yang mandiri dan bisa mengatasi segala masalah sendiri. Keyakinan ini melekat begitu kuat hingga mereka merasa malu jika harus meminta bantuan, bahkan dalam hal kesehatan tubuh mereka sendiri.
Padahal, pergi ke dokter bukan berarti lemah. Justru, mengabaikan kesehatan bisa berujung pada kondisi yang lebih serius dan sulit ditangani di kemudian hari.
3. Mereka Berpikir Mengabaikan Suatu Masalah Akan Membuatnya Hilang
Banyak pria yang menolak pergi ke dokter punya kebiasaan menutup mata terhadap masalah kesehatan yang mereka alami. Mereka percaya bahwa jika tidak membicarakannya, maka masalah itu tidak benar-benar ada.
Batuk yang sudah berlangsung berbulan-bulan? "Ah, cuma alergi." Atau nyeri di dada? "Paling masuk angin." Bahkan mungkin benjolan yang tiba-tiba muncul? "Pasti bakal hilang sendiri."
Sayangnya, tubuh tidak bekerja seperti itu. Mengabaikan gejala bukanlah solusi, dan sering kali malah memperburuk keadaan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
