Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 18.18 WIB

Cara Mudah Mengajarkan Sopan Santun pada Anak Sesuai Usia, Agar si Kecil Tumbuh Lebih Baik

Ilustrasi mengajarkan anak sopan santun sesuai usia anak (freepik) - Image

Ilustrasi mengajarkan anak sopan santun sesuai usia anak (freepik)

JawaPos.com - Mengajarkan sopan santun pada anak bukan hanya tentang mengajarkan kata-kata seperti 'tolong' dan 'terima kasih', tetapi juga tentang membentuk karakter dan sikap mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap usia anak memerlukan pendekatan yang berbeda, mulai dari bayi hingga remaja. 

Menurut Kait Towner LMHC, RPT, CCPT, IMH-E, seorang konselor kesehatan mental, terapis bermain, dan spesialis kesehatan mental bayi, mengatakan jika mempersiapkan anak agar bisa berkomunikasi dengan baik sejak dini sangatlah penting. Ketika orang tua terlambat mempersiapkan anak dalam hal komunikasi dan sosialisasi, maka anak akan mengalami kesulitan dalam membentuk karakter yang baik di kemudian hari. 

“Mereka dapat kehilangan kesempatan jika mereka tidak menggunakan kata-kata seperti tolong dan terima kasih serta belajar menghargai. Sebagai orang tua, Anda harus mempersiapkan mereka untuk meraih kesuksesan dengan mengajari mereka cara berperilaku dengan penuh rasa hormat,” jelas Towner yang dikutip dalam artikel Maed.co, Senin (3/2).

Meskipun banyak orang tua berpikir bahwa anak bisa mempelajari sopan santun di usia berapa pun, ternyata mengajarkan sopan santun sesuai usia jauh lebih penting agar mereka tumbuh lebih baik dan bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa cara mengajarkan sopan santun pada anak sesuai dengan usia mereka mengutip penjelasan Towner dalam artikel Maed.co.

0 Sampai 12 Bulan: Memulai dengan Sopan Santun

Pada usia ini, bayi belum bisa banyak berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Mereka baru mulai mengenal lingkungan dan mengembangkan kemampuan komunikasi mereka. Meskipun bayi belum dapat berbicara, orang tua bisa mulai menanamkan nilai sopan santun melalui contoh langsung. Kait Towner menekankan bahwa meskipun bayi belum bisa berbicara, mereka adalah ‘spons’ yang menyerap segala sesuatu di sekitar mereka. “Jika Anda menunjukkan sikap sopan seperti mengatakan 'maaf', 'tolong', dan 'terima kasih' di depan mereka, anak akan mulai belajar untuk menghargai orang lain,” kata Towner. Dengan cara ini, kita bisa mulai membangun dasar yang kokoh agar anak menjadi pribadi yang penuh rasa hormat.

Meskipun bayi belum bisa berbicara, orang tua bisa mengenalkan bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi. Towner mengatakan bahwa anak sering kali bisa menangkap bahasa isyarat sebelum mereka mulai berbicara. “Kami mengajarkan kata-kata seperti 'tolong', 'terima kasih', dan 'bantu' dengan menunjukkan isyarat sambil mengucapkan kata-katanya,” ujarnya. Dengan mengenalkan bahasa isyarat sejak dini, anak mulai terbiasa dengan konsep sopan santun meskipun mereka belum bisa mengucapkan kata-kata tersebut.

12 Bulan Sampai 3 Tahun: Mulai Menambahkan Kata-Kata

Pada usia 1 hingga 3 tahun, anak mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan memahami kata-kata baru. Di usia ini, orang tua bisa mulai memperkenalkan nilai sopan santun lebih lanjut. Towner menyarankan, “Jika anak melakukan tindakan kasar seperti memukul atau berteriak, jelaskan dengan cara yang sederhana bahwa itu tidak baik, karena bisa menyakiti orang lain.” Ini adalah saat yang tepat untuk mengajarkan mereka tentang akibat dari perilaku buruk.

Anak pada usia ini mulai meniru kata-kata yang mereka dengar dari orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang jelas dan sederhana dalam mengajarkan sopan santun. Towner menyarankan, “Jangan memberikan penjelasan yang terlalu panjang, cukup dengan kata-kata yang mudah dipahami seperti ‘tolong’ atau ‘terima kasih’ untuk membantu mereka mengerti.”

3 Tahun Sampai Usia Sekolah Dasar: Memahami Dampak Perilaku Terhadap Orang Lain

Memasuki usia 3 tahun hingga usia sekolah dasar, anak mulai lebih memahami bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang lain. Pada usia ini, orang tua bisa mulai mengajarkan pentingnya empati dan bagaimana perilaku baik membuat orang lain merasa dihargai. Towner memberi contoh, “Cobalah katakan kepada anak, ‘Orang lain akan sangat senang jika kamu mengucapkan tolong dan terima kasih.’” Ini akan membantu anak mengerti bahwa sikap sopan mereka membuat orang lain merasa dihargai.

Pada usia ini, anak juga mulai berinteraksi lebih banyak dengan teman-teman mereka di luar rumah. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberi contoh dan mengingatkan anak untuk tetap berlaku sopan di setiap kesempatan. Orang tua bisa memberi pujian setiap kali anak menunjukkan perilaku yang sopan, misalnya dengan mengatakan, “Saya bangga kamu sudah mengatakan 'terima kasih', itu menunjukkan bahwa kamu menghargai orang lain.”

Anak Remaja: Menerapkan Sopan Santun dalam Kehidupan Nyata

Pada usia remaja, anak sudah mulai mengerti perbedaan antara benar dan salah, meski mereka sering mencoba menguji batasan. Pada tahap ini, orang tua bisa mulai lebih menekankan pentingnya rasa hormat terhadap orang lain dalam setiap situasi. Towner menjelaskan, jika remaja sering menguji batasan, dan ini saat yang tepat untuk mengingatkan mereka tentang pentingnya bersikap sopan.

Di usia remaja, anak mulai menghadapi situasi dunia nyata, seperti bekerja paruh waktu atau berbelanja di toko. Orang tua bisa mengingatkan mereka bahwa sikap sopan akan memberikan manfaat, misalnya bisa berteman lebih mudah atau mendapatkan perlakuan baik dari orang lain. Towner juga menambahkan, mengajarkan anak untuk bersikap sopan akan sangat membantu mereka dalam berinteraksi dengan orang lain dan meraih kesuksesan.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Kesalahan

Tidak ada anak yang sempurna, dan pasti ada kalanya mereka melakukan kesalahan. Jika anak melakukan kesalahan dalam hal sopan santun, Towner menyarankan orang tua untuk memberi kesempatan kedua. “Ajarkan anak untuk berhenti sejenak, berpikir ulang, dan mencoba lagi. Misalnya, jika anak berkata dengan kasar, Anda bisa mengatakan, 'Saya tidak suka cara kamu berkata begitu. Mari kita coba lagi dengan lebih sopan,’” ujar Towner.

Jika anak masih belum memahami cara ini, orang tua bisa mencoba merumuskan ulang permintaan mereka dengan cara yang lebih sopan. Misalnya, jika anak berkata, “Ambilkan itu, sekarang,” orang tua bisa merespons dengan, “Ambilkan itu, tolong.” Ini adalah cara yang efektif untuk mengajarkan anak tentang pentingnya berbicara dengan sopan.

Mengajarkan sopan santun pada anak sejak usia dini sangat penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menanamkan nilai sopan santun sesuai usia, orang tua dapat membentuk karakter anak secara efektif. Penting bagi orang tua untuk memberi contoh dan mengingatkan anak agar mereka dapat meraih kesuksesan dan menghargai orang lain di setiap tahap kehidupannya.

Dengan pendekatan yang tepat, mengajarkan sopan santun pada anak tidak hanya memperbaiki perilaku mereka, tetapi juga membantu mereka menjalani kehidupan sosial yang lebih sehat. Mengajari anak dengan cara yang sesuai dengan usia akan memberikan dampak positif dalam perkembangan karakter mereka. Sebagai orang tua, penting untuk konsisten dan sabar agar anak dapat memahami pentingnya sopan santun dalam setiap aspek kehidupan. ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore