
Ilustrasi seseorang yang tumbuh dengan perasaan bersalah terus-menerus. (Freepik)
JawaPos.com - Tumbuh dengan perasaan bersalah yang terus-menerus dapat membentuk perilaku seseorang di masa dewasa. Rasa bersalah ini, baik yang beralasan atau tidak, sering kali menyusup dalam pola pikir mereka dan memengaruhi cara mereka bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Individu yang mengalami hal ini sering menunjukkan perilaku tertentu yang mencerminkan beban emosional yang mereka bawa sejak kecil. Dilansir dari Geediting pada Sabtu (25/1), berikut ini adalah 8 perilaku yang sering kali terlihat pada orang dewasa yang tumbuh dengan rasa bersalah berlebihan.
1. Sering Meminta Maaf
Orang yang tumbuh dengan rasa bersalah berlebihan cenderung meminta maaf secara berlebihan. Bagi mereka, meminta maaf bukan hanya tanda penyesalan, tetapi sudah menjadi respons otomatis, meskipun mereka tidak merasa bersalah. Ini menjadi mekanisme untuk menghindari konflik dan ketegangan, namun dapat menguras energi emosional mereka.
2. Perfeksionisme Berlebihan
Perfeksionisme sering terlihat pada mereka yang tumbuh dengan perasaan bersalah. Terbiasa dengan ekspektasi tinggi sejak kecil, mereka merasa bersalah jika tidak dapat memenuhi standar tersebut. Akibatnya, mereka terus berusaha mencapai kesempurnaan, meskipun itu membuat mereka stres dan kelelahan.
3. Sering Meragukan Diri Sendiri
Rasa bersalah yang terus-menerus bisa berkembang menjadi keraguan diri. Mereka cenderung mempertanyakan kemampuan dan keputusan mereka, membuat mereka takut gagal atau mengambil risiko. Ironisnya, banyak dari mereka sebenarnya sangat kompeten, namun rasa bersalah membuat mereka sulit melihat potensi diri.
4. Terlalu Bertanggung Jawab
Mereka yang tumbuh dengan rasa bersalah sering kali merasa bertanggung jawab atas segala hal, bahkan yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. Mereka cenderung mengambil lebih banyak beban, baik dalam pekerjaan atau hubungan, dan merasa harus selalu memperbaiki situasi, meski itu tidak diperlukan.
5. Empati yang Berlebihan
Rasa bersalah yang berlebihan dapat meningkatkan tingkat empati mereka. Mereka mudah merasakan emosi orang lain dan cenderung ikut terbebani. Meskipun empati itu penting, terlalu banyak memikul emosi orang lain bisa sangat melelahkan, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga keseimbangan agar tidak mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.
6. Sulit Menerima Pujian
Orang yang tumbuh dengan rasa bersalah sering merasa tidak pantas mendapatkan pujian. Alih-alih merasa bangga, mereka cenderung meremehkan atau menolak pujian yang diberikan. Hal ini sering disebabkan oleh perasaan tidak cukup baik atau tidak layak dihargai.
7. Sering Menunda Pekerjaan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
