
Ilustrasi orang oversharing. (Buro Millennial/pexels.com)
JawaPos.com - Oversharing seringkali muncul karena kurangnya pemahaman mengenai apa yang pantas atau sesuai dalam berbagai situasi. Keadaan ini bisa terjadi pada siapa saja, mengingat bahwa menjalani hubungan di dunia yang mempunyai batasan yang biasanya kabur memang tidak mudah.
Akan tetapi, hal positifnya adalah kamu bisa belajar untuk mengenali pemicu yang membuat dirimu cenderung berbagi terlalu banyak, menyesuaikan pendekatan komunikasi, dan membangun batasan yang lebih sehat.
Dengan langkah-langkah tersebut, kamu dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat, seimbang, dan penuh pengertian. Dikutip dari betterup.com, berikut ini beberapa tanda yang memperlihatkan bahwa dirimu sedang oversharing dengan kehidupan pribadi.
1. Merasa butuh mengisi setiap keheningan
Jika kamu merasa cemas atau tidak nyaman dengan jeda yang canggung dalam percakapan, mungkin kamu akan merasa terdorong untuk mengisi kekosongan tersebut dengan berbagi terlalu banyak informasi pribadi sebagai cara menghindari rasa tidak enak tersebut.
Dalam upaya menghindari ketegangan atau keheningan, kamu mungkin akhirnya mengungkapkan detail pribadi yang sebenarnya tidak relevan dengan situasi atau momen tersebut. Sayangnya, meski niatnya menjaga kelancaran percakapan, berbagi terlalu banyak bisa membuatmu merasa kurang nyaman dan bisa mempengaruhi kualitas interaksi dengan orang lain.
2. Teman dan keluarga berperan sebagai terapis
Saat percakapan beralih menjadi sesi curhat, di mana orang yang kamu sayangi kesulitan berbicara, itu bisa menjadi pertanda bahwa kamu telah membagikan terlalu banyak. Memang wajar bergantung pada orang lain, tetapi jika pembicaraan menjadi sepihak, hal ini mampu menguras energi dan menyebabkan ketegangan dalam hubungan. Orang yang kamu cintai mungkin mulai merasa terbebani dengan tanggung jawab atas perjalanan kesehatan mentalmu, yang seharusnya bukan menjadi beban mereka.
3. Mencari masukan untuk setiap keputusan
Terlalu sering meminta pendapat orang lain, bahkan untuk hal-hal sepele, bisa membuat kita kehilangan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sendiri. Tindakan ini juga bisa menciptakan ketergantungan yang tidak sehat pada orang lain.
Padahal, setiap orang memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah kecil dalam hidupnya. Dengan terus-menerus meminta pendapat orang lain, kita justru mengalihkan tanggung jawab dan beban pikiran kita ke orang lain.
4. Media sosial tahu terlalu banyak tentangmu
Cobalah memperhatikan seberapa sering kamu membagikan informasi pribadi di dunia maya, terutama ketika kamu menyadari bahwa tidak semua orang yang mengikuti akunmu adalah teman dekat atau orang yang benar-benar kamu percayai.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ScienceDirect mengungkapkan bahwa memposting lebih dari lima kali dalam satu hari biasanya dianggap sebagai bentuk pengungkapan yang berlebihan atau oversharing. Terlalu banyak membagikan detail pribadi di platform media sosial bisa memberikan dampak yang tidak diinginkan, seperti membuat kenalan atau rekan kerja merasa canggung atau bahkan menghindar.
Selain itu, kebiasaan ini juga mampu menimbulkan rasa malu bagi diri sendiri sebab eksposur yang terlalu banyak dapat merusak batasan-batasan pribadi yang seharusnya dijaga, dan memperburuk persepsi orang lain terhadapmu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
