
Ilustrasi remaja. (Freepik)
JawaPos.com – Psikolog Klinis Puskesmas Ciracas Jakarta Timur, Sulastri Pardede, mengungkapkan banyak remaja tingkat SMA di wilayah Ciracas mengalami masalah emosi dan perilaku. Salah satu perilaku yang kini banyak ditemukan adalah kebiasaan oversharing atau berbagi berlebihan di media sosial. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu persoalan lebih serius seperti konflik di sekolah hingga tawuran pelajar.
Sulastri menjelaskan, persoalan emosi pada remaja umumnya berakar dari lingkungan keluarga. Tidak sedikit anak yang tumbuh tanpa ruang berbagi yang sehat atau minim apresiasi dari orang terdekatnya. Situasi tersebut membuat remaja kesulitan mengelola emosi dengan baik saat berada di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
"Selain masalah emosi, anak-anak juga alami masalah perilaku," kata Sulastri di sela paparan survei Gerakan Cek Teman Sebelah, Rabu (4/3).
Ia menambahkan, masalah perilaku itu antara lain hubungan pertemanan yang kurang harmonis. Remaja kerap mengalami gesekan sosial karena belum matang dalam mengelola perasaan dan komunikasi. Kondisi ini bisa berdampak pada suasana belajar yang tidak kondusif.
Selain itu, perilaku over sharing di media sosial juga menjadi sorotan. Menurut Sulastri, kebiasaan membagikan terlalu banyak hal pribadi di ruang digital dapat membawa dampak negatif, termasuk mengganggu konsentrasi belajar. Remaja menjadi lebih fokus pada respons di media sosial dibandingkan tanggung jawab akademik.
Untuk merespons kondisi tersebut, Gerakan Cek Teman Sebelah yang digagas Health Collaborative Center (HCC) diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan emosi dan perilaku siswa.
"Karena titik tekan gerakan ini adalah mencatat perilaku positif temannya di kelas," jelas Sulastri.
Melalui gerakan itu, siswa diajak mencatat kebaikan teman selama di sekolah. Harapannya, anak-anak datang ke sekolah dengan semangat positif dan termotivasi untuk berbuat baik. Pendekatan ini dinilai sederhana namun dapat membangun iklim sosial yang lebih sehat di lingkungan pendidikan.
Ketua HCC Ray Wagiu Basrowi menyebut ada empat sekolah yang menjadi percontohan implementasi program tersebut, salah satunya MAN 2 Jakarta Timur.
"Total respondennya mencapai 699 siswa," katanya.
Selama sepuluh hari, para siswa diminta mencatat kebaikan yang dilakukan teman-temannya.
Menurut Ray, hasilnya cukup menggembirakan. Tercatat 4.710 laporan kebaikan yang saling dibagikan antar siswa. Bentuk kebaikan yang paling banyak dicatat adalah kebiasaan mengucapkan terima kasih.
"Kita tahu sendiri, mengucapkan terima kasih adalah hal yang sulit di bangsa ini," katanya .
Selain itu, siswa juga mencatat perilaku seperti apresiasi terhadap diri sendiri, membalas kebaikan, serta memberikan penghargaan kepada teman lain. Ray berharap eksperimen sosial ini bisa berkembang menjadi gerakan nasional untuk membantu mengatasi berbagai persoalan remaja, mulai dari bullying, rasa kesepian, hingga gangguan emosi atau mental.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
