Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 21.04 WIB

Gerakan Bahu Dapat Mengungkap Isi Hati dan Pikiran, Termasuk Menunjukan Ciri Depresi

Ilustrasi gerakan bahu. (Freepik) - Image

Ilustrasi gerakan bahu. (Freepik)

JawaPos.com–Hanya dengan melihat mimik wajah, kondisi emosional seseorang dapat terdeteksi. Namun ekspresi pada muka bukan satu-satunya cara untuk mengetahui isi hati dan pikiran, melainkan bisa juga melalui gerakan bahu.

Ya, terkadang seseorang memang tak berbicara lewat lisan dan bahkan berusaha menyembuhkan apa yang ada dalam pikiran. Sayangnya bahasa tubuh, termasuk juga gerak bahu, terkadang tidak dapat dibohongi.

Joe Navarro seorang penulis buku What Every Body is Saying, sekaligus pakar komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh menjelaskan, bahu dapat mengungkap daya tarik, isi hati, maupun pikiran, hingga tanda rasa kurang percaya diri. Simak penjelasannya.

  1. Rasa Kurang Percaya Diri

Seseorang mungkin akan berbicara untuk menutupi sesuatu, entah berbohong atau tidak percaya diri mengenai apa yang diucapkan. Tapi, gerakan bahu justru memberi tahu sebaliknya, yakni tentang kebenaran.

Saat berbicara dan tidak yakin atas ucapan sendiri, terlihat kedua bahu atau mungkin sala satu akan terangkat sedikit secara perlahan.

  1. Daya Tarik Menggoda

Selain menunjukan perasaan kurang percaya diri, gerakan bahu juga digunakan ketika hendak menunjukan daya tarik yang menggoda. Laman Psychology Today memberi contoh perempuan Italia yang menggoyangkan bahu terbuka mereka demi menarik perhatian, maupun menyampaikan ketertarikan seksual.

  1. Ciri Depresi

Seorang psikiater forensik asal Washington DC yang tak disebutkan namanya membeberkan sebuah fakta bahwa bahu para pasien seakan berbicara untuk menjelaskan kondisi. Bahkan saat mereka belum menceritakan masalahnya sekalipun, sang psikiater sudah tahu bahwa ada indikasi mengalami depresi. Tanda ini terlihat dari bahu yang terkulai dan berat.

Bahu terlihat turun seperti enggan melawan gravitasi. Para pasien depresi ini tampak terbebani oleh penyakit mental yang mereka alami.

  1. Ada Sesuatu yang Salah

Apa yang keluar dari mulut mengatakan semuanya baik-baik saja, tapi bahu menjelaskan sebaliknya. Seorang dokter bisa langsung tahu bahwa ada sesuatu yang salah pada pasien saat jawaban mereka diiringi dengan mengangkat sedikit bahu.

Misalnya saja, saat diberi pertanyaan seputar apakah pasien sudah minum obat sesuai petunjuk. Apabila terdapat ciri tubuh tersebut, ini waktu yang tepat untuk dokter mengulik kembali hingga menentukan apa masalahnya.

Buku Louder Than Words menyebutkan bahwa tubuh mengungkap apa yang disembunyikan pikiran. Untuk itu, selain mempercayai ucapan, mulailah peka terhadap bahasa tubuh termasuk juga gerakan bahu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore