
Ilustrasi orang yang terlihat malas tapi tetap sukses. (Freepik)
JawaPos.com – Ada kepercayaan umum bahwa hanya orang yang paling bersemangat dan ambisius yang dapat menaiki jenjang karir.
Namun, coba tebak? Bahkan mereka yang dianggap "malas" pun dapat mencapai puncak. Kedengarannya mengejutkan, bukan? Ya, itu benar.
Orang-orang yang disebut malas ini belum tentu tidak memiliki etos kerja atau ambisi. Mereka hanya memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pekerjaan, dan ternyata pendekatan itu berhasil bagi mereka.
Dikutip dari Geediting, Rabu (22/1), kita akan membahas 8 perilaku berbeda yang sering ditunjukkan orang-orang 'malas' agar karir mereka berhasil naik.
Perilaku-perilaku ini mungkin tidak seperti yang anda duga, tetapi sifat-sifat ini bisa jadi merupakan rahasia kesuksesan mereka.
Yang mengejutkan, mereka yang dianggap 'malas' sering kali hebat dalam menaiki tangga karir karena mereka memprioritaskan apa yang benar-benar penting.
Orang-orang ini memiliki bakat untuk mengidentifikasi tugas mana yang akan memberikan hasil paling banyak.
Alih-alih mencoba melakukan semuanya sekaligus, mereka berfokus pada apa yang benar-benar membutuhkan perhatian mereka. Dengan cara ini, mereka dapat mengalokasikan energi mereka secara efektif.
Pendelegasian bukan tentang menghindari tanggung jawab, tetapi memaksimalkan efisiensi dan produktivitas.
Jadi, jika anda ingin naik jabatan seperti orang-orang 'malas' ini, belajarlah untuk mendelegasikan tugas secara efektif.
Hal ini memungkinkan anda untuk fokus pada apa yang paling Anda kuasai sambil memastikan pekerjaan diselesaikan dengan benar.
Meskipun anggapan umum adalah bahwa orang-orang yang "malas" menghabiskan waktu luang mereka dengan bermalas-malasan, kenyataannya sangat berbeda ketika menyangkut mereka yang menaiki tangga karir.
Orang-orang ini menggunakan waktu luang mereka dengan cara-cara yang secara langsung atau tidak langsung berkontribusi pada pertumbuhan profesional mereka.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa karyawan yang tidak bekerja di luar jam kerja lebih terlibat dan produktif saat kembali bekerja.
Ini bukan tentang bermalas-malasan. Melainkan, ini tentang menyadari pentingnya melepaskan diri dari pekerjaan dan menggunakan waktu itu secara produktif untuk kembali segar dan siap menghadapi tantangan baru.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
