
lustrasi momen pernikahan. (Freepik)
JawaPos.com – Lavender marriage saat ini menjadi perbincangan yang ramai di media sosial. Meskipun sudah menjadi istilah umum, namun masih banyak orang yang belum familiar dengan istilah ini.
Meskipun lavender marriage sebenarnya adalah budaya yang tabu dan tak lazim. Namun, tak ada salahnya kita membahas lebih dalam tentang istilah ini. Berikut JawaPos.Com akan merangkum lebih dalam tentang makna dan fakta unik di balik lavender marriage.
Apa itu lavender marriage?
Dilansir dari India Today, Jumat (17/1), disebutkan bahwa lavender marriage adalah sebuah pernikahan antara seorang homoseksual dengan seorang heteroseksual yang di mana pernikahan ini bertujuan untuk menyembunyikan orientasi seksual dari si orang homoseksual tersebut.
Praktik ini dilakukan untuk melindungi seseorang pengidap LGBTQ+ agar tidak didiskriminasi di masyarakat yang konservatif sehingga, mereka dapat hidup normal dan terbebas dari sanksi sosial akibat orientasi menyimpang mereka.
Penyebutan kata ‘lavender’ merujuk pada warna yang secara simbolis dikaitkan dengan identitas komunitas LGBTQ+. Sehingga, memang istilah ini lahir dengan tujuan untuk menyembunyikan identitas seksual.
Perbedaan lavender marriage dengan pernikahan campuran baru
Dilansir dari Psychology Today, Jumat (17/1), dijelaskan bahwa meskipun sama-sama pernikahan antara dua pasangan dengan orientasi berbeda, namun lavender marriage memiliki perbedaan dengan pernikahan campuran baru. Dalam pernikahan campuran baru atau new mixed marriage, salah satu pasangan biasanya menyembunyikan orientasi seksual mereka kepada pasangan mereka. Hal ini berbeda dengan lavender marriage di mana kedua belah pihak sama-sama memahami betul bahwa pasangannya mempunyai orientasi berbeda dan mengetahui tentang tujuan pernikahan mereka.
Dampak dari lavender marriage
Pasangan yang melakukan lavender marriage biasa melakukan hal tersebut untuk memenuhi tuntutan masyarakat, terutama masyarakat konservatif yang menganggap tabu hubungan sesama jenis. Sehingga, lavender marriage sendiri memiliki banyak dampak.
Dilansir dari Marriage, Jumat (17/1), berikut adalah dampak yang diakibatkan dari lavender marriage.
1. Stres secara emosional
Orang yang melakukan pernikahan lavendel biasanya akan mengalami tekanan emosional. Hal ini akan menyebabkan pasangan rentan terkena kecemasan, depresi, hingga krisis identitas. Tekanan seperti ini juga akan merusak kesehatan mental, sebab orang-orang ini dipaksa untuk menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
2. Ketidakpuasan dalam hubungan
Pasangan dengan pernikahan lavendel akan merasa tidak puas dalam hubungan mereka. Sehingga, pernikahan seperti ini akan rentan terkena konflik karena kurang keintiman dan hubungan emosional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
