Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 23.17 WIB

Begini Cara Membuat (Pentigraf) Cerita Pendek Tiga Paragraf, Meski Singkat tetapi Meninggalkan Pesan yang Kuat

Ilustrasi seseorang yang sedang menulis. (freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang menulis. (freepik)

JawaPos.com - Pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf, merupakan bentuk fiksi mini yang sangat ringkas.

Melansir Antara, jenis karya sastra ini digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Tengsoe Tjahjono.

Ide tentang pentigraf sendiri telah ada sejak tahun 1980-an, tetapi baru mendapatkan momentum popularitasnya di sekitar tahun 2014 melalui media sosial.

Pentigraf memaksa penulis untuk menyampaikan cerita utuh dalam tiga paragraf saja, tidak kurang dan tidak lebih.

Kepadatan, kejutan, dan kesan mendalam menjadi ciri khasnya. Pentigraf melatih seorang penulis untuk cermat menulis dengan efisien, di mana setiap kata harus dipertimbangkan.

Cirinya tentu memberikan kejutan di akhir cerita untuk meninggalkan kesan yang kuat.

Melansir JawaPos.com, Tengsoe pernah menyampaikan bahwa keberadaan pentigraf menjadi alternatif untuk orang-orang yang mulai jenuh dengan tulisan-tulisan panjang.

Struktur dan Karakteristik Pentigraf

Struktur penulisan pentigraf sangat sederhana dan baku, yang tentunya terdiri dari tiga paragraf.

Ketiga paragraf ini bukanlah sekadar pembagian teks, melainkan memiliki fungsi yang berbeda dan saling berkaitan untuk membangun cerita yang utuh.

Paragraf pertama berfungsi sebagai pengantar, memperkenalkan tokoh, latar cerita, serta sedikit memberikan gambaran awal tentang situasi atau konflik yang akan dihadapi.

Paragraf kedua berperan sebagai pengembangan cerita. Pada paragraf ini, konflik atau situasi yang telah diperkenalkan di paragraf awal mulai dieksplorasi lebih dalam.

Paragraf tersebut menjadi jembatan antara pengantar dan penyelesaian cerita. Tentunya, Anda bisa memasukkan unsur argumen dan konflik untuk menggerakkan cerita.

Paragraf ketiga merupakan bagian penutup dan menjadi bagian penting karena memuat resolusi atau kejutan yang menjadi ciri khas pentigraf.

Kejutan ini bisa menampilkan perubahan situasi yang tak terduga, pengungkapan informasi baru, atau perubahan sudut pandang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore