
Ilustrasi seseorang yang sedang menulis. (freepik)
JawaPos.com - Pentigraf atau cerita pendek tiga paragraf, merupakan bentuk fiksi mini yang sangat ringkas.
Melansir Antara, jenis karya sastra ini digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Tengsoe Tjahjono.
Ide tentang pentigraf sendiri telah ada sejak tahun 1980-an, tetapi baru mendapatkan momentum popularitasnya di sekitar tahun 2014 melalui media sosial.
Pentigraf memaksa penulis untuk menyampaikan cerita utuh dalam tiga paragraf saja, tidak kurang dan tidak lebih.
Kepadatan, kejutan, dan kesan mendalam menjadi ciri khasnya. Pentigraf melatih seorang penulis untuk cermat menulis dengan efisien, di mana setiap kata harus dipertimbangkan.
Cirinya tentu memberikan kejutan di akhir cerita untuk meninggalkan kesan yang kuat.
Melansir JawaPos.com, Tengsoe pernah menyampaikan bahwa keberadaan pentigraf menjadi alternatif untuk orang-orang yang mulai jenuh dengan tulisan-tulisan panjang.
Struktur dan Karakteristik Pentigraf
Struktur penulisan pentigraf sangat sederhana dan baku, yang tentunya terdiri dari tiga paragraf.
Ketiga paragraf ini bukanlah sekadar pembagian teks, melainkan memiliki fungsi yang berbeda dan saling berkaitan untuk membangun cerita yang utuh.
Paragraf pertama berfungsi sebagai pengantar, memperkenalkan tokoh, latar cerita, serta sedikit memberikan gambaran awal tentang situasi atau konflik yang akan dihadapi.
Paragraf kedua berperan sebagai pengembangan cerita. Pada paragraf ini, konflik atau situasi yang telah diperkenalkan di paragraf awal mulai dieksplorasi lebih dalam.
Paragraf tersebut menjadi jembatan antara pengantar dan penyelesaian cerita. Tentunya, Anda bisa memasukkan unsur argumen dan konflik untuk menggerakkan cerita.
Paragraf ketiga merupakan bagian penutup dan menjadi bagian penting karena memuat resolusi atau kejutan yang menjadi ciri khas pentigraf.
Kejutan ini bisa menampilkan perubahan situasi yang tak terduga, pengungkapan informasi baru, atau perubahan sudut pandang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
