
Ilustrasi orang tua yang memotres anaknya (Alina Matveycheva/Pexels)
JawaPos.com – Pada era sekarang, tindakan mengunggah foto anak di media sosial sudah menjadi hal yang wajar dan lumrah. Bahkan bagi beberapa orang tua, hal tersebut merupakan ladang uang yang subur.
Akan tetapi, para orang tua mulai saat ini harus sadar bahwa terlalu sering mengunggah foto anak di internet juga beresiko untuk sang anak. Hal ini karena saat suatu informasi seperti foto atau video diposting, maka kontrol terhadap informasi tersebut akan ikut hilang.
Memang, terkadang keinginan untuk membagikan momen berharga dengan si kecil merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan, karena mungkin kita ingin menunjukkan kepada sanak saudara tentang kemajuan dari putra-putri kita.
Meskipun begitu, orang tua juga harus sadar dan berhati-hati saat memutuskan untuk membagikan foto atau video dengan anak kita. Pasalnya, saat ini informasi semacam foto, letak sekolah, area sekitar rumah, dan tanggal lahir dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, dirangkum dari National Public Radio dan Science X setidaknya terdapat empat resiko terlalu sering mengunggah foto atau video anak di media sosial yang wajib diketahui orang tua.
Resiko terbesar dari mengunggah informasi anak seperti foto atau video ke media sosial adalah memperbesar resiko terjadinya penculikan atau penguntitan (stalking).
Pengguna internet saat ini sangat beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, mulai dari orang baik hingga para pedofil. Untuk itu, para orang tua diharapkan untuk bisa menyortir informasi apa yang perlu dan tidak perlu dibagikan.
Jangan membagikan lokasi sekolah dan lingkungan sekitar anak untuk mengurangi resiko terjadinya penculikan. Selain itu, wajah anak juga sebenarnya kurang disarankan untuk diunggah di media sosial. Hal ini memang terdengar berlebihan, tapi coba pikirkan kemungkinan ini.
Ketika Anda sering membagikan beberapa informasi penting seperti wajah, lingkungan sekitar rumah, lokasi sekolah, atau keseharian anak, coba bayangkan betapa lengkapnya informasi yang dimiliki orang berhati busuk untuk menculik buah hati Anda.
Umumnya anak-anak yang fotonya diunggah di media sosial masih belum bisa memutuskan atau memberikan persetujuannya (consent) terhadap tindakan tersebut. Beberapa hal seperti momen ketika mereka menangis atau momen memalukan terkadang tetap diunggah oleh para orang tua tanpa memikirkan dampaknya.
Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah di waktu dekat, namun akan berpotensi menjadi masalah saat si anak sudah beranjak dewasa. Pasalnya, hal-hal semacam ini berpotensi membuat dirinya menjadi korban perundungan di masa sekolah.
Kasus perundungan atau bullying terhadap anak salah satunya dapat disebabkan karena foto atau video dirinya yang beredar di internet. Foto atau video konyol anak yang diunggah oleh orang tua, sering kali digunakan sebagai bahan cemoohan teman-temannya.
Hal ini tentunya tidak baik untuk kesehatan mental sang anak. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari malu, trauma, hingga depresi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
