Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 16.30 WIB

Tips dari Kemenkes Terkait Influenza A dan HMPV Merebak, Kapan Harus Waspada?

 

Ilustrasi virus HMPV. (news.cgtn.com)

JawaPos.com - Rumah sakit di sejumlah wilayah Tiongkok tengah menghadapi lonjakan signifikan pasien yang menderita penyakit pernapasan. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh infeksi virus Influenza A dan Human Metapneumovirus (HMPV), yang membuat fasilitas kesehatan kewalahan melayani jumlah pasien yang terus bertambah.

Menurut laporan BBC, virus Influenza A dan HMPV menjadi penyebab utama lonjakan kasus flu parah di Tiongkok. Gejala yang dialami pasien sering kali menyerupai COVID-19, seperti demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas. Situasi ini mendorong banyak orang mencari perawatan medis di rumah sakit.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa virus HMPV sudah terdeteksi. Virus ini terutama menyerang anak-anak, meskipun tingkat keparahannya cenderung ringan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyatakan bahwa virus ini bukanlah hal baru, karena sudah dikenal sejak 2001.

"Virus ini sudah ditemukan di Indonesia. Kalau dicek apa ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang HMPV," kata Dante di Jakarta pada Senin (6/1).

Dante menambahkan, meski berbeda dari COVID-19, yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pengentalan darah dan peradangan, HMPV umumnya hanya memicu infeksi ringan seperti pilek biasa. Namun, virus ini tetap berpotensi menjadi berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia atau penderita pneumonia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait lonjakan kasus flu di Tiongkok. Menurut Budi, kasus yang meningkat di sana bukan disebabkan oleh HMPV, melainkan oleh virus flu biasa H1N1 yang lebih sering muncul pada musim dingin.

"Saya sudah lihat datanya, yang naik di Tiongkok itu virusnya bukan HMPV, itu virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di Tiongkok dari sisi prevalensi, jadi tidak benar," tegasnya.

Penularan virus HMPV terjadi melalui droplet atau percikan air liur dari penderita. Meski begitu, virus ini tidak dianggap berbahaya secara umum.

Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengutamakan pola hidup sehat. Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat dilakukan, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala mencurigakan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore