
Ilustrasi wanita perfeksionis. (Freepik)
JawaPos.com – Perfeksionis merupakan tindakan sebuah usaha atau upaya agar memberikan hasil yang sempurna. Orang yang perfeksionis sering kali memiliki ambisi yang agresif guna mendapatkan hasil yang diinginkan.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa upaya perfeksionis masuk kedalam aspek perfeksionisme yang dikaitkan dengan penetapan standar kinerja pribadi yang tinggi dan upaya untuk mencapai keunggulan, dalam artian jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memicu kelelahan daripada kekhawatiran perfeksionis.
Kekhawatiran perfeksionis meliputi kekhawatiran yang berlebihan tentang membuat kesalahan, takut akan evaluasi sosial yang negatif, dan memiliki reaksi negatif yang kuat terhadap ketidaksempurnaan. Seperti dilansir dari Forbes berikut lima tanda orang yang selalu menerapkan perfeksionis.
1. Takut gagal
Meskipun tidak ada yang benar-benar suka gagal, orang yang perfeksionis membawa rasa takut gagal ke tingkat yang berbeda. Alih-alih menemukan pelajaran apa yang bisa diambil dari kegagalan, seorang perfeksionis melihat kegagalan sebagai pernyataan tentang harga diri atau kemampuannya. Untuk mengatasi rasa takut ini, seorang perfeksionis mungkin akan mengatasinya dengan membaca sesuatu berulang-ulang, terobsesi dengan daftar dan pengaturan, atau tidak mampu membuat keputusan.
2. Terjebak dalam keyakinan mindset
Ini adalah perangkap berpikir yang umum dan melibatkan kecenderungan Anda untuk melihat suatu situasi sebagai hitam atau putih; benar atau salah. Seprti contoh, jika Anda mencoba menurunkan berat badan dan Anda memakan satu kue, Anda mungkin berpikir, "Saya telah mengacaukan diet saya!"
3. Memiliki sifat defensif
Orang yang perfeksionis sering kali bersikap sangat defensif saat dikritik karena kritikan mengancam akan mengungkap kekurangan mereka, sama seperti kegagalan. Demikian pula, orang yang perfeksionis menganggap kritikan sebagai pernyataan tentang harga diri atau kemampuan mereka.
4. Mencari kesalahan pada diri sendiri dan orang lain
Orang yang perfeksionis sering kali mencari-cari ketidaksempurnaan pada diri mereka sendiri dan orang lain. Orang yang perfeksionis cenderung terlalu kritis terhadap pernyataan yang salah, kesalahan ejaan, atau kekurangan dan menganggap mengoreksi orang lain saat mereka melakukan kesalahan adalah hal yang sangat penting.
5. Memiliki standar atau ekspektasi yang tinggi
Ada perbedaan antara menetapkan standar yang tinggi untuk diri sendiri dan bersedia belajar dari kesalahan Anda serta bersikap tidak fleksibel. Ketika seseorang menyarankan kepada para perfeksionis bahwa mereka mungkin ingin membuat versi mereka sendiri tentang "cukup baik", kebanyakan bereaksi seolah-olah saya baru saja meminta mereka untuk mendaki Gunung Everest besok. Pemikiran yang tidak fleksibel sering kali mencakup kata-kata seperti "harus", "seharusnya", dan "harus".

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
