
Ilustrasi mesin tik.(freepik)
JawaPos.com - Di masa sekarang, mengetik telah menjadi keterampilan yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari menulis surel, mengerjakan tugas, hingga berinteraksi di media sosial.
Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah di balik aktivitas yang tampaknya sederhana ini?
Mari menelusuri jejak sejarah mengetik, dari mesin tik mekanik hingga keyboard digital modern di saat ini.
Cikal Bakal Mengetik Modern
Sebelum komputer dan keyboard digital, ada alat yang bernama mesin tik. Alat mekanik tersebut merupakan cikal bakal aktivitas mengetik yang kita kenal sekarang.
Melansir National Day Calendar, ide pembuatan mesin tik sebenarnya sudah muncul sejak awal abad ke-18, dengan berbagai prototipe yang diciptakan.
Namun, mesin tik yang praktis dan dapat diproduksi secara massal baru dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1868 oleh Christopher Latham Sholes, seorang jurnalis dari Wisconsin, bersama Carlos Glidden dan Samuel W. Soule.
Mesin yang mereka kembangkan ini kemudian diproduksi secara massal oleh perusahaan Remington pada tahun 1873. Kehadiran mesin tik ini membawa revolusi dalam dunia perkantoran dan bisnis.
Dokumen-dokumen dapat dibuat dengan lebih cepat dan rapi dibandingkan tulisan tangan.
Mesin tik pun pada akhirnya menyebar dengan cepat dan menjadi perangkat penting di berbagai instansi.
Dari Mesin Tik ke Komputer
Evolusi mesin tik terus berlanjut. Pada tahun 1935, IBM mengembangkan mesin tik elektrik pertama yang sukses secara komersial.
Kemudian, pada tahun 1964, IBM kembali membuat inovasi dengan mengembangkan word processor pertama yang menjadi cikal bakal perangkat lunak pengolah kata.
Dengan munculnya komputer pribadi pada era 1980-an, mesin tik mulai perlahan tergantikan oleh keyboard komputer.
Keyboard komputer pada dasarnya mengadopsi susunan QWERTY dari mesin tik, tetapi dengan beberapa penambahan tombol fungsi, angka, dan tombol khusus seperti Ctrl, Alt, dan Shift.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
