
Ilustrasi anak dengan gangguan ADHD. (Freepik)
JawaPos.com - Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang umum terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.
Mengenali gejalanya sejak dini dapat memberikan dampak besar pada perkembangan akademik, sosial, dan pribadi anak.
Diagnosis dan intervensi dini memungkinkan pengelolaan gejala yang lebih efektif, sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi anak.
Artikel ini akan membahas cara mengenali ADHD pada anak, dengan fokus pada gejala dan perilaku utama yang mungkin mengindikasikan kehadiran gangguan ini.
ADHD ditandai dengan pola kurang perhatian (inattention), hiperaktivitas, dan impulsivitas yang lebih parah dan sering dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Penting untuk dipahami bahwa ADHD bukanlah hasil dari pola asuh yang buruk atau kurangnya disiplin, melainkan merupakan kondisi medis yang sah dan membutuhkan perhatian profesional. ADHD memiliki tiga jenis utama:
Inattentive (Kurang Perhatian): Gejala yang dominan adalah sulitnya memperhatikan.
Hyperactive Impulsive (Hiperaktif-Impulsif): Didominasi oleh gejala hiperaktivitas dan impulsivitas.
Combined Type (Gabungan): Menggabungkan gejala kurang perhatian dan hiperaktif-impulsif.
Dikutip dari wohum.org, ADHD biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak, umumnya antara usia 3 hingga 6 tahun. Mengenali tanda-tanda awalnya bisa menjadi tantangan, karena seringkali tumpang tindih dengan perilaku anak normal. Namun, gejala yang terus-menerus dan terlihat dalam berbagai situasi dapat menjadi indikasi ADHD. Beberapa gejala umum meliputi:
Kurang Perhatian (Inattention): Kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas atau aktivitas bermain.
Hiperaktivitas (Hyperactivity): Gerakan yang berlebihan, seperti berlari atau memanjat, terutama di situasi yang tidak sesuai.
Impulsivitas (Impulsivity): Bertindak tanpa berpikir, seperti menyela pembicaraan orang lain atau mengambil keputusan terburu-buru.
Diagnosis dan intervensi dini adalah kunci dalam membantu anak-anak dengan ADHD. Dengan memahami gejala sejak awal, orang tua dan guru dapat bekerja sama dengan profesional medis untuk menentukan strategi yang tepat, termasuk terapi perilaku, pendidikan, dan, jika diperlukan, pengobatan.
Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dengan ADHD dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan produktif.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
