Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 05.27 WIB

6 Ciri Unik Orang yang Tidak Bisa Bersantai di Tempat yang Berantakan Menurut Psikologi

Ilustrasi 6 sifat unik orang yang tidak bisa bersantai di tempat yang berantakan menurut psikologi. - Image

Ilustrasi 6 sifat unik orang yang tidak bisa bersantai di tempat yang berantakan menurut psikologi.

JawaPos.com - Beberapa orang nampaknya tidak bisa bersantai di tempat yang berantakan. Mereka merasakan ketidaknyamanan dan kegelisahan yang dapat dirasakan oleh orang lain.

Kekacauan di kamar yang berantakan dapat menyebabkan mereka cemas, gelisah, atau bahkan merasa stres. Mereka mungkin akan terlihat gelisah sampai semuanya dirapikan sebagaimana mestinya.

Ini bukanlah sekedar kebiasaan aneh. Kebiasaan ini sebenarnya berakar pada psikologi dan meskipun tampak aneh, ada ilmu pengetahuan yang dapat menjelaskan perilaku tersebut.

Dilansir dari Geediting, terdapat 6 sifat unik orang yang tidak bisa bersantai di tempat yang berantakan menurut psikologi.

1. Meningkatnya kecemasan

Seseorang akan menjadi semakin gelisah di ruangan yang berantakan dan ini bukan sekedar gangguan kecil baginya. Bagi orang-orang yang tidak dapat bersantai di tempat berantakan, melihat barang yang berceceran dan tidak berada di tempatnya dapat memicu perasaan cemas.

Kekacauan benda yang berserakan tanpa tempat yang jelas dapat menyebabkan rasa cemas dan gelisah. Bahkan, mereka mungkin merasa mustahil untuk berkonsentrasi dan bersantai sebelum kekacauan itu diatasi.

Ini bukan hanya tentang kerapian atau keteraturan. Ini tentang kebutuhan psikologis yang mendalam akan keteraturan dan struktur di lingkungan sekitar.

2. Meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan

Mereka yang merasa sulit melepas lelah di tempat yang berantakan seringkali memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungannya. Ini bukan hanya tentang kekacauan fisik, tetapi juga tentang masukkan sensorik, seperti suara, cahaya, bau, dan bahkan tekstur yang semaunya bisa menjadi beban.

Dikenal sebagai Sensitivitas Pemrosesan Sensorik (SPS), sifat ini hadir pada sekitar 15-20% populasi. Orang dengan SPS tinggi lebih terpengaruh oleh rangsangan, mengalaminya lebih intens daripada orang lain.

Artinya, ruangan yang bagi sebagian orang mungkin tampak tidak rapi, bisa terasa kacau dan terlalu merangsang bagi mereka yang memiliki SPS tinggi.

3. Keinginan untuk kontrol dan stabilitas

Bagi mereka yang tidak dapat bersantai di tempat yang berantakan, lingkungan yang bersih dan teratur memberikan rasa kendali dan stabilitas di tengah kekacauan hidup. Ini bukan tentang bersikap terlalu pilih-pilih atau menuntut.

Ini tentang menciptakan tempat perlindungan di mana mereka dapat menemukan kedamaian dan ketenangan. Mereka seringkali mengekspresikan kebutuhan akan stabilitas melalui lingkungan sekitar dengan menciptakan ruang yang mencerminkan keinginan batin akan ketenangan dan ketertiban.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore