Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 22.08 WIB

8 Alasan Orang Bertahan di Hubungan yang Tidak Membahagiakan, Menurut Psikologi

Ilustrasi perempuan yang sering salah memilih pasangan. (Pexels/Timur Weber) - Image

Ilustrasi perempuan yang sering salah memilih pasangan. (Pexels/Timur Weber)

JawaPos.Com - Hubungan adalah tentang saling melengkapi, memberikan dukungan, dan menciptakan kebahagiaan bersama. 

Namun, tidak semua hubungan berjalan seperti yang diharapkan. Ada sebagian orang yang, meskipun merasa tidak bahagia dalam hubungan mereka, tetap bertahan. 

Mereka mungkin merasa terjebak, takut kehilangan, atau bahkan mengorbankan diri demi menjaga hubungan tetap utuh. 

Fenomena ini menjadi perhatian para psikolog, yang menemukan bahwa ada pola-pola tertentu dalam kepribadian orang-orang yang sulit meninggalkan hubungan yang tidak membahagiakan. 

Dilansir dari Personal Branding Blog, inilah delapan ciri orang yang sulit meninggalkan hubungan tidak bahagia, mengungkap alasan-alasan psikologis di balik keputusan mereka untuk tetap bertahan, meskipun hati mereka sering merasa hampa.

1. Takut Sendirian

Ketakutan akan kesendirian adalah salah satu alasan paling umum mengapa banyak orang tetap bertahan dalam hubungan yang tidak lagi membahagiakan. 

Bagi mereka, sendirian dianggap lebih menyakitkan daripada tetap bersama pasangan, meskipun hubungan tersebut penuh konflik atau kebosanan. 

Pikiran tentang menjalani hidup tanpa pasangan atau menghadapi dunia seorang diri terasa begitu menakutkan sehingga mereka memilih untuk bertahan dalam situasi yang tidak ideal. 

Ketakutan ini sering kali berakar pada pengalaman masa lalu, seperti trauma kehilangan orang yang dicintai atau masa kecil yang penuh ketidakstabilan emosional. 

Pengalaman-pengalaman ini memperkuat keyakinan bahwa memiliki seseorang di sisi, meskipun dalam keadaan buruk, lebih baik daripada tidak memiliki siapa pun sama sekali.

Ketakutan ini juga diperparah oleh stigma sosial yang sering kali mengaitkan kesendirian dengan kegagalan atau kurangnya kemampuan untuk membangun hubungan. 

Banyak orang merasa bahwa mereka akan dianggap gagal jika tidak memiliki pasangan, sehingga mereka memilih untuk tetap bertahan demi menjaga citra sosial mereka. 

Selain itu, rasa takut akan kesendirian sering kali disertai dengan ketidakpastian tentang masa depan. 

Mereka khawatir tidak akan menemukan pasangan baru atau harus menghadapi tantangan hidup tanpa dukungan emosional dari orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore