Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Desember 2024 | 22.14 WIB

Mengenal Strawberry Generation, Definisi dan Model Parenting yang Bisa Menyebabkan Anak Menjadi Generasi Itu  

Ilustrasi Strawberry. (Freepik) - Image

Ilustrasi Strawberry. (Freepik)

JawaPos.com – Strawberry Generation mulai banyak dibahas di media sosial, terutama karena semakin banyaknya generasi muda yang memiliki ciri-ciri yang sama.

Dilansir dari mcaresforkids.com, para guru menemukan fenomena anak-anak yang mudah frustrasi, mudah menyerah, dan memiliki toleransi yang rendah terhadap ketidaknyamanan.

Rhenald Kasali pada tahun 2018 telah mengidentifikasi fenomena sosial tersebut sebagai Strawberry Generation, yaitu anak-anak yang lahir pada akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an.

Strawberry Generation menggambarkan generasi muda saat ini yang dianggap lemah dan rapuh seperti buah strawberry.

Mereka dianggap terlalu sensitif dan tidak mampu menghadapi kesulitan atau kritik, serta kurangnya ketahanan, kekuatan emosional, dan kemampuan untuk menghadapi kekalahan.

Munculnya Strawberry Generation dikaitkan dengan model parenting dari orang tua terhadap generasi muda, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Terlalu protektif dan terlalu terlibat dalam kehidupan anak

Orang tua dari Strawberry Generation lebih cenderung bersikap terlalu protektif dan mengatur kehidupan anak-anak mereka secara mendetail.

Misalnya memantau setiap gerakan anak-anak mereka, membuat semua keputusan untuk mereka, dan tidak membiarkan mereka mengalami kegagalan atau ketidaknyamanan, sehingga mencegah anak-anak mengembangkan kemandirian.

  1. Terlalu fokus pada prestasi dan kesuksesan akademis

Orang tua Strawberry Generation juga memberi fokus besar pada prestasi dan kesuksesan akademis anak-anak mereka. Hingga terkadang mengorbankan bidang lain, misalnya pertumbuhan sosial dan emosional.

Hal ini dapat menyebabkan anak-anak berprestasi tinggi di sekolah tetapi kesulitan dengan keterampilan hidup penting lainnya atau aspek-aspek perkembangan mereka.

  1. Tidak mengajarkan keterampilan hidup

Karena fokus mereka hanya pada prestasi dan kesuksesan akademis, orang tua Strawberry Generation kerap lalai mengajarkan keterampilan hidup yang penting.

Seperti literasi keuangan, memasak, atau pekerjaan rumah tangga dasar, yang dapat membuat anak-anak mereka tidak siap untuk kehidupan dewasa.

  1. Kesulitan menetapkan batasan

Orang tua Strawberry Generation mungkin mengalami kesulitan menetapkan dan menegakkan batasan dengan anak-anak mereka. Sehingga menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan memahami aturan dan batasan.

  1. Menggunakan teknologi sebagai cara menenangkan atau menghibur anak

Dalam upaya untuk membuat anak-anak mereka sibuk dan bahagia, orang tua Strawberry Generation sangat bergantung pada teknologi, seperti ponsel pintar atau tablet, sebagai cara untuk menenangkan atau menghibur anak-anak mereka. 

Hal ini dapat menyebabkan anak-anak mengalami kesulitan dengan rentang perhatian dan keterampilan komunikasi interpersonal.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore