Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Desember 2024 | 12.13 WIB

8 Perilaku dari Orang yang Bersikap Terlalu Keras pada Diri Sendiri Tanpa Disadari

Ilustrasi: Wanita yang sedang bekerja dengan laptop. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Wanita yang sedang bekerja dengan laptop. (Pexels)

JawaPos.com - Kita sering mendengar betapa pentingnya menjadi kritikus terbesar bagi diri kita sendiri. Namun, apa yang terjadi bila kritikus itu tidak tahu kapan harus berhenti?

Tanpa disadari, banyak orang yang terlalu keras pada diri sendiri, hingga melukai kesejahteraan mental dan emosional mereka. Perilaku ini mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bisa signifikan.

Dilansir dari laman Smallbiz Technology pada Minggu (22/12) berikut adalah delapan perilaku yang sering dilakukan oleh orang yang terlalu keras pada diri mereka sendiri.

1. Terus-Menerus Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Salah satu tanda paling umum adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Apapun pencapaiannya, selalu ada seseorang yang tampaknya lebih baik, lebih sukses, atau lebih bahagia.

Alih-alih merasa bangga atas apa yang telah dicapai, mereka terjebak dalam lingkaran perasaan tidak mampu. Perilaku seperti ini memperkuat keyakinan bahwa diri mereka tidak cukup baik, padahal itu tidak selalu benar.

2. Mengabaikan Pencapaian Mereka

Orang yang sering mengkritik diri sendiri cenderung mengabaikan pencapaian mereka. Mereka lebih suka menghubungkan kesuksesannya dengan keberuntungan, bantuan orang lain, atau faktor eksternal lainnya.

Sebuah studi dalam Cognitive Therapy and Research menemukan bahwa individu seperti ini sering kali kurang mampu menikmati hasil jerih payah mereka.

Ini membuat mereka merasa bahwa apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup, bahkan ketika orang lain memujinya.

3. Membatasi Potensi Diri

Mungkin tanpa sadar, mereka memasang batasan pada kemampuan mereka sendiri. Orang yang terlalu keras pada diri sendiri sering kali ragu untuk mencoba sesuatu yang baru atau menantang karena takut gagal.

Ironisnya, perilaku ini justru menghambat mereka untuk berkembang dan menemukan potensi sebenarnya. Padahal, kegagalan adalah bagian dari proses belajar yang sehat.

4. Mengabaikan Perawatan Diri

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore