
Ilustrasi orang yang egois. (Freepik)
JawaPos.com – Ada perbedaan besar antara bersikap egois dan sadar diri. Sering kali, orang paling egois di sekitar kita sama sekali tidak menyadari perilaku mereka sendiri.
Mereka tidak bermaksud menyakiti atau bersikap tidak sopan, mereka hanya tidak menyadari dampak tindakan mereka terhadap orang lain. Menjadi egois berarti mengutamakan keperluan dan keinginan sendiri di atas orang lain.
Namun bila Anda tidak menyadari kecenderungan ini, hal itu dapat mengarah pada pola-pola yang merusak dan beracun yang merusak hubungan dan pertumbuhan pribadi Anda.
Berikut 5 sikap yang selalu dilakukan oleh orang yang egois namun kerap kali orang tersebut tidak menyadarinya seperti dilansir dari laman Hack Spirit.
1. Suka menyombongkan diri sendiri
Beberapa orang suka berbicara tentang dirinya sendiri, hingga dalam setiap pembicaraan mereka entah bagaimana berhasil selalu mengarahkan topik pembicaraan ke pengalaman, pencapaian, atau masalah mereka sendiri.
Ini merupakan ciri klasik orang yang egois, mereka akan selalu membicarakannya, meskipun orang tersebut mungkin tidak menyadarinya.
Mereka tidak bermaksud mendominasi pembicaraan mereka hanya benar-benar yakin bahwa cerita merekalah yang paling menarik atau penting. Meskipun wajar untuk berbagi detail pribadi dalam percakapan namun hal itu akan menjadi masalah jika tidak ada keseimbangan.
Jika seseorang terus-menerus berbicara lebih banyak tentang dirinya sendiri daripada mendengarkan orang lain, itu pertanda jelas bahwa ia mengutamakan kebutuhan dan keinginannya sendiri di atas orang lain.
2. Sering menyalahkan orang lain
Otak manusia dirancang untuk melindungi dirinya dari bahaya, termasuk bahaya psikologis.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengeksternalisasikan kesalahan. Saat terjadi kesalahan, lebih mudah menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri.
Akan tetapi, individu yang sangat egois sering kali membawa hal ini ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka punya bakat untuk memutarbalikkan situasi sehingga mereka tidak pernah bersalah.
Orang yang egois akan selalu mengatakan bahwa orang lain telah melakukan kesalahan atau telah menyebabkan masalah. Psikologi menyebutnya sebagai ‘defensive attribution' dimana orang cenderung terlalu menekankan peran orang lain dalam hasil negatif sambil meremehkan tanggung jawab mereka sendiri.
Hal ini tidak hanya melindungi mereka dari kesalahan tetapi juga dari ketidaknyamanan dalam introspeksi dan perbaikan diri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
