
Ilustrasi orang bisa mengatasi quarter life crisis (Sueda Dilli/pexels.com)
JawaPos.com - Masa transisi menuju dewasa seringkali diwarnai oleh pergolakan batin yang disebut quarter life crisis. Terjadi pada usia 20-an hingga 30-an, periode ini umumnya diisi dengan pertanyaan mengenai identitas, tujuan hidup, dan makna keberadaan.
Quarter life crisis ini berbeda bagi setiap orang, dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan faktor psikologis. Tidak ada usia yang pasti untuk mengalaminya. Fleksibilitas dalam menjalani hidup sangat penting sebab setiap orang tumbuh dengan ritmenya sendiri. Apa yang menjadi titik balik di usia 20-an bagi satu orang, bisa terjadi di usia 30-an atau 40-an bagi orang lain.
Peristiwa penting seperti pernikahan, kelahiran anak, perubahan karier, atau kehilangan orang terkasih sering menjadi pemicu guna merenungi kembali arah hidup. Mengutip betterup.com, berikut ini beberala cara mengatasi quarter life crisis dalam perjalanan hidupnya.
1. Refleksi diri
CEO Alexi Robichaux, berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana kelelahan dan kehilangan tujuan di akhir usia dua puluhan mendorongnya untuk membuat perubahan besar. lalu akhirnya membawanya mendirikan BetterUp. Dalam episode Masters of Scale, Alexi menceritakan momen ketika ia memutuskan berhenti sejenak dan merenung.
Ambil waktu untuk refleksi. Ini bisa dilakukan melalui menulis jurnal, meditasi, kesadaran diri, atau bentuk lain dari Pekerjaan Batin. Akan tetapi, hal yang terpenting adalah bersikap terbuka dan jujur pada diri sendiri, walaupun hal ini tidak selalu mudah.
2. Merencanakan kesehatan mental
Kesehatan mental tidak hanya mencakup perawatan kesehatan mental, tetapi juga bagaimana kamu berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi bugar secara mental membuatmu lebih siap menghadapi tantangan hidup. Data kami menunjukkan bahwa 77% anggota yang merasa terjebak mengalami peningkatan kesejahteraan signifikan dalam 3-4 bulan dengan dukungan yang dipersonalisasi.
Kondisi ini bisa mencakup pelatihan virtual satu lawan satu, namun juga termasuk perawatan diri untuk kesehatan mental sehari-hari, membangun hubungan sosial yang kuat, atau menetapkan dan mengejar tujuan dengan jelas. Bersama pelatihmu, kamu bisa merancang rencana kebugaran mental yang disesuaikan dengan kebutuhanmu.
3. Berlatih sabar dan peduli kepada diri sendiri
Sepanjang perjalanan hidup, selalu ada hambatan yang harus dihadapi. Ini merupakan bagian dari pengalaman menjadi manusia. Maka dari itu, sangat penting untuk mengembangkan kesabaran dan belas kasih terhadap diri sendiri.
Kamu adalah orang yang hidup, bernapas, dan terus berkembang. Sebagai manusia, kamu pasti akan membuat kesalahan, terjatuh, dan menghadapi tantangan. Namun, dari setiap kesalahan dan kegagalan, kamu akan menemukan pelajaran yang membantumu memahami apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam hidupmu.
4. Tetapkan arti kesuksesanmu

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
