Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Desember 2024 | 22.47 WIB

Tak Perlu Menunggu Dewasa, Inilah 5 Cara Membangun Kecerdasan Emosional Sejak Kecil Menurut Psikologi

Ilustrasi orang tua dan anak kecil.(freepik.com/freepik) - Image

Ilustrasi orang tua dan anak kecil.(freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Banyaknya informasi dan pengetahuan, membuat kita jadi lebih mengetahui pentingnya kecerdasan emosional.

Seperti dilansir dari laman Magister Psikologi Universitas Medan Area, kecerdasan emosional kerap dianggap sebagai kemampuan utama untuk mengatur emosi diri sendiri dan memperbaiki interaksi dengan orang lain.

Cara pandang ini akan berbeda dengan kemampuan intelektual, karena kecerdasan emosional adalah sesuatu yang dipelajari, bukan didapatkan. Pembelajaran tentang emosi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun dalam kehidupan.

Dikutip dari laman Psychology Today pada (20/12) ternyata untuk mengembangkan kecerdasan emosional perlu dipupuk sejak kecil melalui 5 cara berikut ini :

1. Menumbuhkan teori pikiran

Sekitar usia 6 hingga 8 bulan, bayi mulai mengembangkan teori pikiran, saat mereka mulai menyadari niat orang lain. Bermain cilukba merupakan sebuah tonggak sejarah dalam perkembangan anak karena pada saat itulah anak mulai memahami bahwa benda (dalam hal ini, wajah) tetap ada meskipun tersembunyi.

Dengan cara ini, bermain membantu anak kecil memahami bahwa ada dunia yang terpisah dari diri sendiri.

2. Memainkan fungsi kereta

Psikolog kognitif Elena Bodrova dan Debra Leong mengamati bahwa “bermain menjadi aktivitas pertama di mana anak-anak didorong bukan oleh kepuasan instan, melainkan oleh kebutuhan untuk menekan dorongan hati mereka.”

Memainkan laju kereta yang bergantian merupakan sebuah keterampilan penting dalam bermain dan salah satu pelajaran pertamanya, serta membutuhkan pengendalian emosi yang mendesak.

3. Bermain kepercayaan

Bermain secara bebas dari aturan orang dewasa tidak hanya menuntut pemain belajar memercayai naluri diri sendiri tetapi juga memercayai penilaian masuk akal. Tanpa kepercayaan, pemain tidak bisa membagikan kartu, memutar tali dalam permainan double Dutch, atau bermain petak umpet.

Kerja tim bergantung pada kesadaran sosial dan empati. Permainan penjelajah merah, misalnya, mengoper ke penerima, atau mengendarai sepeda tandem, semuanya bergantung pada rasa saling percaya dan saling pengertian.

4. Permainan yang meningkatkan kreativitas

Psikolog Sandra Russ menyimpulkan bahwa ”Kemampuan untuk menghasilkan banyak ide, menelusuri ingatan secara luas, dan berpikir secara fleksibel meningkatkan kemungkinan bahwa produser akan memecahkan suatu masalah secara kreatif atau menghasilkan sebuah karya seni.” 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore