
Ilustrasi mengupas kentang. (Freepik)
JawaPos.com – Kentang telah menjadi salah satu bahan pokok di dapur dengan fleksibilitasnya yang luar biasa. Meski begitu, perdebatan mengenai perlunya mengupas kentang sebelum memasak terus berlanjut hingga kini.
Mengupas kentang adalah proses menghilangkan lapisan luar kulit sebelum dimasak atau diolah. Proses ini dilakukan untuk alasan estetika, tekstur, atau kebersihan, tergantung pada kebutuhan resep.
Memahami manfaat dan risiko dari mengupas kentang akan dapat membantu menentukan pilihan memasak yang lebih tepat. Keputusan ini bisa berpengaruh pada rasa, tekstur, serta kandungan nutrisi pada hidangan.
Berikut tujuh rahasia mengupas kentang yang jarang diketahui, disertai penjelasan mengenai penting atau tidaknya untuk rasa dan nutrisi, dilansir dari laman Muneroy, Senin (16/12).
1. Nutrisi tersembunyi di kulit kentang
Kulit kentang mengandung berbagai nutrisi penting yang sering terabaikan. Serat pada kulit kentang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
Kulit kentang juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan kalium yang bermanfaat untuk fungsi tubuh, termasuk sistem imun dan keseimbangan cairan. Selain itu, antioksidan yang ada pada kulitnya dapat membantu melawan radikal bebas yang merusak sel tubuh.
Memasak kentang tanpa mengupas kulitnya membantu mempertahankan nutrisi tersebut karena kulit melindungi bagian dalam dari kehilangan zat gizi saat direbus atau dipanggang. Dengan memanfaatkan kulit kentang, manfaat gizi yang ditawarkan bisa lebih optimal.
2. Pengaruh pada tekstur hidangan
Kulit kentang memberikan sensasi tekstur yang unik pada hidangan. Saat dipanggang atau digoreng, kulitnya menjadi renyah, menciptakan kontras yang menyenangkan dengan bagian dalam kentang yang lembut.
Hidangan seperti kentang panggang atau kentang goreng akan terasa lebih nikmat ketika kulitnya tetap utuh. Sebaliknya, pada kentang tumbuk atau sup, kehadiran kulit dapat mempengaruhi kelembutan tekstur.
Dengan penanganan yang tepat, seperti memotong kecil-kecil atau menghaluskannya, kulit tetap bisa menyatu dalam hidangan tanpa mengurangi cita rasa. Setiap pilihan tekstur dapat disesuaikan dengan preferensi dan jenis masakan.
3. Risiko penyerapan air berlebih
Mengupas kentang dapat meningkatkan risiko tekstur lembek akibat penyerapan air. Saat kentang direbus tanpa kulit, air lebih mudah meresap ke dalam daging kentang.
Hal ini membuat kentang menjadi lebih lunak dan kurang stabil dalam hidangan seperti salad kentang atau kentang panggang. Kulit kentang berfungsi sebagai penghalang alami yang membantu menjaga struktur kentang selama proses memasak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
