Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 01.13 WIB

Asosiasi Fashion Indonesia Gelar Sustainable Preloved Market Pop-Up untuk Bangun Kesadaran Berkelanjutan Industri Fashion

AFI menggelar acara AFI Second Chance: Sustainable Preloved Market Pop-Up. (Dok. AFI) - Image

AFI menggelar acara AFI Second Chance: Sustainable Preloved Market Pop-Up. (Dok. AFI)

JawaPos.com – Seiring dengan tingginya perhatian global terhadap dampak lingkungan, Industri fesyen di Indonesia semakin menunjukkan kesadaran terhadap isu keberlanjutan. Dalam upaya untuk mendorong perubahan positif, Asosiasi Fashion Indonesia (AFI) memperkenalkan sebuah acara bertajuk AFI Second Chance: Sustainable Preloved Market Pop-Up.

Lead Creative AFI, Audrey Martiandy dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, acara ini dihelat dengan tujuan mempromosikan praktik fashion berkelanjutan melalui pakaian preloved dan mendukung kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi fesyen yang lebih bijak.

Menurutnya, industri fashion Indonesia kini berada di persimpangan antara kemajuan ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Pasalnya, praktik fast fashion, produksi boros dan pola konsumsi berlebihan berkontribusi pada polusi dan pengurasan sumber daya alam.

"Industri fashion di Indonesia, yang dikenal dengan kerajinan tangan dan keberagaman gaya, harus menghadapi tantangan besar terkait dampak lingkungan," ujar Audrey.

Dalam rangka merespons isu tersebut, lanjut Audrey, pihaknya berinisiatif menggelar pasar preloved yang tidak hanya bertujuan untuk menawarkan pakaian bekas, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya praktik fashion berkelanjutan. Acara ini akan menghadirkan berbagai gerai yang menampilkan koleksi pakaian dan aksesori preloved dari desainer lokal yang mengusung prinsip keberlanjutan.

Pakaian preloved, menurut Audrey, tidak hanya berfungsi untuk mengurangi limbah tekstil, tetapi juga memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengakses produk fesyen berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

Tren ini sangat sesuai dengan gaya hidup generasi muda yang semakin peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

"Sebagai warga negara yang bangga dengan warisan budaya Indonesia, saya percaya bahwa fesyen bisa menjadi kekuatan positif yang merayakan kreativitas sekaligus menjaga kelestarian planet," ungkapnya.

"Melalui event ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa fesyen bukan hanya soal tren atau penampilan, tetapi juga tentang dampak yang kita tinggalkan terhadap lingkungan," tutup Audrey.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore