
Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, mendesak pemerintah untuk menyediakan program beasiswa khusus bagi mahasiswa dan talenta muda di bidang fashion. (Istimewa)
JawaPos.com – Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, mendesak pemerintah untuk menyediakan program beasiswa khusus bagi mahasiswa dan talenta muda di bidang fashion. Menurutnya, industri mode merupakan sektor kreatif yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, memberdayakan UMKM, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Poppy saat kegiatan Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) 2026 yang digelar di Lippo Mall Nusantara, kawasan Semanggi, Jakarta, pada 3 Juni 2026. Ajang tahunan APPMI tersebut bertujuan menjaring sekaligus membina desainer muda berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Poppy, selama ini banyak desainer muda Indonesia yang berhasil meraih prestasi internasional dan mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah mode bergengsi dunia, khususnya di Italia. Namun, keberangkatan mereka kerap terkendala biaya hidup dan transportasi karena minimnya dukungan pembiayaan dari negara.
“Kami sudah beberapa kali mengalami program yang tidak bisa berjalan karena tidak ada biaya. Akhirnya saya menggunakan dana CSR perusahaan dan dana pribadi untuk membiayai para pemenang yang melanjutkan studi di luar negeri,” ujar Poppy.
Melalui IYFDC, APPMI tidak hanya mencari pemenang kompetisi, tetapi juga membina para peserta yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di industri mode. Sejumlah pemenang kompetisi bahkan telah melanjutkan pendidikan ke institusi fashion ternama dunia dan meraih prestasi di tingkat internasional.
Poppy menilai pemerintah perlu memberikan perhatian yang sama terhadap pendidikan fashion sebagaimana bidang-bidang lain yang telah mendapatkan dukungan beasiswa, termasuk melalui skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Sudah waktunya pemerintah memberikan beasiswa kepada industri mode dan para desainer. Di negara lain, dukungan seperti ini sudah dilakukan sejak lama. Fashion juga mampu memberikan pemasukan ekonomi yang besar dan menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar dalam industri fashion berkat kekayaan budaya dan keragaman wastra Nusantara yang menjadi sumber inspirasi para desainer. Kreativitas yang lahir dari budaya lokal, menurutnya, menjadi modal penting untuk bersaing di tingkat global.
Menurut Poppy, keberhasilan sejumlah desainer muda Indonesia di luar negeri membuktikan bahwa talenta lokal mampu bersaing secara internasional apabila mendapat akses pendidikan dan pembinaan yang memadai.
Meski sejumlah motif dan budaya Indonesia mulai dilirik merek-merek global, seperti Dior hingga Adidas, Poppy menilai pengembangan industri fashion nasional membutuhkan dukungan yang lebih terintegrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri tekstil, dan para desainer.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022