Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Desember 2024 | 04.14 WIB

Memahami Istilah FOMO hingga Bahayanya yang Dapat Mengancam Kesehatan Mental

Ilustrasi wanita menggunakan social media karena FOMO (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita menggunakan social media karena FOMO (Freepik)

JawaPos.com – FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out. Sesuai namanya, FOMO merupakan rasa takut tertinggal, dan secara umum, rasa takut ini merujuk pada tren yang sedang naik daun.

FOMO dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Istilah ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 2013 oleh seorang ilmuwan bernama Dr. Andrew K. Przybylski.

Dari pemaparannya, FOMO merupakan sebuah sindrom atau fenomena di mana seseorang meyakini bahwa semua momen berharga yang terjadi tidak boleh dilewatkan.

Hal ini tentu saja membuat siapa saja merasa tidak tenang dan terus-menerus merasa gelisah jika tidak mengikuti apa yang dilihatnya. Melnsir dari bfi dan verry well mind berikut ciri-ciri orang terkena FOMO.

Faktor penyebab FOMO

  1. Penggunaan gadget secara berlebihan
  2. Membandingkan diri anda dengan orang lain
  3. Kurangnya rasa syukur terhadap apa yang dimiliki
  4. Mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar

Karakteristik orang terkena FOMO

Sebagai manusia, tentu kita tidak ingin merasa tertinggal dan selalu berusaha untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik lagi.

Namun, jika perasaan tidak ingin tertinggal ini bukan karena terpaksa atau karena kebaikan hati, Anda patut curiga karena bisa jadi itu adalah tanda FOMO. Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang terkena FOMO.

  1. Menghabiskan banyak waktu bermain gadget
  2. Media sosial lebih penting daripada kehidupan nyata
  3. Haus akan gosip dan informasi terbaru tentang kehidupan orang lain
  4. Bersedia mengeluarkan banyak uang untuk mengikuti tren terkini
  5. Jangan keberatan mengatakan ‘ya’ jika diminta mengikuti sesuatu yang sedang ramai/populer
  6. Selalu ingin tahu berita terbaru

Jika tidak diatasi, FOMO dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih parah seperti gangguan mental

Bahaya FOMO

  1. Mempengaruhi kondisi keuangan

FOMO dapat mendorong siapa saja untuk melakukan hal-hal di luar nalar hanya untuk memuaskan ego dan melepaskan perasaan tertinggal. 

Hal inilah yang membuat orang dengan sindrom FOMO kesulitan secara finansial. Sebab, mereka akan rela melakukan apa saja hanya untuk mengikuti tren, tanpa terkecuali mengeluarkan biaya yang cukup besar.

  1. Mempengaruhi hubungan sosial seseorang

Ketika FOMO mulai menjangkiti seseorang dan orang tersebut belum mampu mewujudkan keinginannya untuk mengikuti apa yang dianggap baik, orang tersebut cenderung mengisolasi dirinya dari orang lain.

  1. Mengancam kesehatan mental

FOMO adalah kecenderungan orang untuk mengunggah pengalaman positif daripada pengalaman negatif karena takut kehilangan momen tertentu. Adanya perasaan takut ini dapat mengganggu kesehatan mental seseorang seperti stres, cemas, sulit tidur, kurang percaya diri atau perasaan rendah diri.

Cara mencegah FOMO

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore