Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 November 2024 | 22.42 WIB

8 Cara Menyembuhkan Diri dari Sakitnya Putus Cinta, Salah Satunya Berhenti Menjadi Korban

Ilustrasi closure setelah putus cinta (pexels)

 
 
JawaPos.com - Saat putus cinta, biasanya butuh waktu lama untuk kita kembali dapat mencintai lagi orang yang baru. 
 
 
Sebab, tiap berhubungan dengan seseorang, sesungguhnya ada banyak jejak yang ditinggalkan bersama. Sulit untuk menghapus jejak itu begitu saja.
 
Namun, meski butuh waktu lama, pakar hubungan menyebut bahwa bisa move on dan mencintai kembali bukan hal mustahil.
 
Bila Anda ingin kembali mencintai usai patah hati, cobalah lakukan 8 hal ini.
 
1) Berhenti berkutat pada masa lalu
 
Mari kita hadapi kenyataan, putus cinta itu menyakitkan. Putus cinta bisa membuat Anda patah hati, kehilangan arah, dan terjebak di masa lalu. 
 
Namun, percayalah berkutat pada apa yang telah terjadi dan berlalu tidak akan membantu Anda dalam jangka panjang.
 
Seorang pakar hubungan mengungkap bahaa salah satu perilaku paling umum yang diihat pada orang pasca-putus cinta adalah kecenderungan untuk terobsesi dengan hubungan masa lalu mereka.
 
Mereka memutar ulang kenangan lama, menganalisis percakapan, dan sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang salah.
 
Namun, inilah kenyataan pahitnya: terus-menerus mengungkit hubungan masa lalu tidak akan membantu Anda melangkah maju. Malah, hal itu cenderung membuat Anda terjebak dalam siklus penyesalan dan menyalahkan diri sendiri.
 
Oleh karena itu, nika Anda ingin mencintai lagi setelah putus cinta yang berat, sekarang saatnya untuk melepaskan perilaku ini. Daripada berkutat pada masa lalu, fokuslah pada masa kini dan masa depan. 
 
Apa yang Anda pelajari dari hubungan masa lalu Anda? Bagaimana Anda dapat menerapkan pelajaran ini dalam hubungan Anda di masa depan?
 
2) Lepaskan mentalitas 'korban'
 
Setelah putus cinta, wajar saja jika Anda merasa dunia menentang Anda. Namun, berpegang teguh pada mentalitas 'korban' dapat sangat menghambat perjalanan Anda untuk menemukan cinta lagi.
 
Pola pikir negatif ini dapat membuat Anda terjebak dalam siklus mengasihani diri sendiri dan kepahitan. Putus cinta, seberat apa pun itu, dapat menjadi kesempatan yang sempurna untuk belajar lebih banyak tentang diri Anda, kebutuhan Anda, dan kapasitas Anda untuk pulih dan mencintai lagi.
 
Jadi, daripada melihat diri Anda sebagai korban dari hubungan masa lalu, cobalah untuk melihatnya sebagai pengalaman belajar. 
 
Terimalah ketahanan Anda dan ingatlah bahwa setiap pengalaman, baik atau buruk, berkontribusi pada pertumbuhan Anda sebagai seorang individu.
 
Ingat, Anda bukanlah apa yang terjadi pada Anda. Anda adalah apa yang Anda pilih untuk menjadi setelah apa yang terjadi. Jadi, pilihlah dengan bijak!
 
3) Bebaskan diri dari ketergantungan
 
Itulah saatnya kebahagiaan kita sangat bergantung pada suasana hati atau tindakan pasangan kita. Dan ketika hubungan itu berakhir, penarikan diri itu bisa separah kecanduan lainnya.
 
Hubungan yang sehat adalah hubungan di mana dua individu mempertahankan individualitas mereka sambil tetap peduli satu sama lain. Hubungan ini tentang saling ketergantungan, bukan saling ketergantungan. Jadi, bebaskan diri dari perilaku ini dan beri diri Anda izin untuk bersinar sebagai individu.
 
4) Lepaskan rasa takut sendirian
 
Inilah sesuatu yang sedikit berlawanan dengan intuisi: jika Anda ingin mencintai lagi, mulailah dengan merangkul kesendirian.
 
Ya, Anda benar. Di dunia yang selalu mendorong kita untuk mencari teman, saya sarankan Anda melakukan hal yang sebaliknya. Namun, percayalah pada saya.
 
Setelah putus cinta, orang sering terburu-buru menjalin hubungan lain untuk mengisi kekosongan. Namun, berpindah dari satu hubungan ke hubungan berikutnya tanpa memberi waktu untuk pulih dan memahami apa yang salah sama halnya dengan menempelkan plester pada luka yang dalam. Mungkin bisa menutupi rasa sakit untuk sementara, tetapi tidak akan membantunya sembuh.
 
Jadi, luangkan waktu untuk diri sendiri. Nikmati waktu bersama diri sendiri. Mungkin awalnya tidak nyaman, tetapi ini adalah langkah penting menuju penyembuhan dan persiapan diri untuk mencintai lagi.
 
Menjadi lajang bukan berarti kamu lemah. Itu artinya kamu cukup kuat untuk menunggu apa yang pantas kamu dapatkan.
 
5) Berhenti mencari validasi dari orang lain
 
Sebenarnya, harga diri Anda tidak akan berkurang hanya karena ketidakmampuan seseorang untuk melihat nilai diri Anda. Mencari pengakuan dari orang lain, terutama dalam percintaan, dapat berubah menjadi pengejaran yang tiada henti. 
 
Anda mulai mengorbankan kebutuhan dan keinginan Anda, yang dapat berujung pada kebencian dan ketidakpuasan.
 
Belajar menghargai diri sendiri adalah salah satu hal yang paling memberdayakan yang dapat Anda lakukan pasca putus cinta. Ini semua tentang mengenali dan menegaskan perasaan, kebutuhan, dan nilai-nilai Anda sendiri.
 
Anda adalah satu-satunya orang yang dapat menentukan harga diri Anda. Tidak ada orang lain. Jadi, daripada mencari validasi dari luar, mulailah mencari ke dalam diri Anda.
 
Mencintai diri sendiri bukan hanya tentang merasa senang dengan diri sendiri. Mencintai diri sendiri berarti bersikap baik kepada diri sendiri. Saatnya menjadi penyemangat bagi diri sendiri!
 
6) Berhentilah meromantisir masa lalu
 
Kita sering cenderung melihat hubungan masa lalu kita melalui kacamata berwarna mawar.
Kita mengingat masa-masa indah, tawa, mimpi bersama, dan dengan mudahnya melupakan pertengkaran, kekecewaan, dan alasan mengapa hubungan berakhir.
 
Lihat, hubungan Anda berakhir karena suatu alasan. Dan alasan tersebut sama pentingnya dengan masa-masa indah yang Anda lalui bersama. Alasan tersebut memberikan pelajaran berharga tentang apa yang Anda butuhkan dan tidak butuhkan dalam suatu hubungan.
 
Jadi, lepaskan kacamata berwarna merah muda itu dan lihatlah hubungan masa lalu Anda sebagaimana adanya – campuran masa-masa baik, masa-masa buruk, pelajaran yang dipelajari, dan pengalaman yang diperoleh.
 
7) Berhentilah takut akan kerentanan
 
Membuka hati kepada seseorang yang baru, sambil tahu bahwa itu bisa berakhir dengan patah hati.
 
Peneliti dan penulis brilian, Brené Brown , pernah berkata, “Kerentanan bukanlah menang atau kalah; tetapi memiliki keberanian untuk tampil dan terlihat ketika kita tidak memiliki kendali atas hasilnya.”
 
Menerima kerentanan setelah putus cinta berarti membiarkan diri merasakan emosi Anda sepenuhnya, mengakui ketakutan Anda, namun tetap bersedia mengambil risiko untuk mencintai lagi.
 
Ini tentang menunjukkan diri Anda sepenuh hati dalam hubungan Anda berikutnya tanpa membiarkan bekas luka masa lalu menghalangi Anda.
 
Jadi jangan biarkan rasa takut akan kerentanan menghentikan Anda untuk mencari cinta lagi. Meski terkadang menyakitkan, lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore